Beranda Edukasi Sekolah Hebat Game-Based Learning Dukung Pembelajaran Hard dan Soft Skill

Game-Based Learning Dukung Pembelajaran Hard dan Soft Skill

BERBAGI
Ninik Pujiastuti, S.Pd, Guru Bahasa Jawa SMP 40 Semarang

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Salah satu karakteristik pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 adalah penekanan terhadap character building. Siswa tidak hanya harus memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan yang cukup, namun juga harus memiliki karakter yang baik. Game-based learning atau pembelajaran berbasis permainan merupakan salah satu teknik yang dapat digunakan guru untuk menyeimbangkan pengetahuan, keterampilan dan juga karakter atau sikap siswa. Teknik ini dapat digunakan di semua mata pelajaran, tidak hanya pada matematika atau ilmu pengetahuan saja, tetapi juga pada pembelajaran bahasa.

Teknik pembelajaran dengan permainan ini memberikan suasana belajar yang baru kepada siswa. Siswa tidak hanya duduk dan memperhatikan apa yang dismpaikan guru, tetapi mereka juga dapat berpartisipasi dengan aktif dalam proses belajar. Siswa belajar, berlatih dan bekerja dalam suatu kelompok, di mana salah satu ciri game-based learning adalah dapat dilaksanakan perorangan atau kelompok. Dengan menempatkan siswa dalam suatu kelompok, siswa dapat belajar dan bekerja dengan efektif. Mereka dapat mendiskusikan hal yang diberikan oleh guru, saling menanyakan dan menjawab pertanyaan satu dan yang lain.

Penerapan game-based learning tidak berhenti pada kelompok belajar, tetapi juga dengan menerapkan berbagai ragam permainan di mana diperlukan kompetisi di antara siswa atau kelompok siswa. Berbagai macam permainan dapat digunakan dan dimodifikasi oleh guru dalam penerapan teknik ini. Guru dapat memberikan kuis mengenai materi yang telah dipelajari oleh siswa. Guru memberikan poin kepada setiap jawaban yang benar.

Dengan adanya kompetisi di antara siswa, suasana belajar akan lebih hidup dan siswa akan menanti-nanti pembelajaran yang akan datang. Kompetisi dapat meningkatkan motivasi dan usaha siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki keinginan untuk menunjukkan kebolehan dan kemampuan mereka. Dengan adanya lawan, maka keinginan mereka untuk lebih menonjol dari yang lain menjadi semakin besar. Dengan mengetahui hal ini, guru harus dapat memanfaatkan kesempatan ini baik-baiknya, sehingga siswa semangat untuk mengikuti pembelajaran.

Dalam berbagai permainan yang dilakukan, siswa juga mempunyai kesempatan untuk menerapkan nilai-nilai atau norma yang diajarkan dalam pelajaran sepeti jujur, bekerja sama, peduli, berjiwa besar, dll. Game-based learning sering kali menggunakan permainan berkelompok. Terdapat banyak manfaat yang didapatkan dengan berkelompok, salah satunya adalah mengajarkan dan membiasakan siswa untuk bekerja sama. Mereka dibiasakan untuk belajar membagi tugas dengan tanggung jawab yang berbeda.

Dengan begitu mereka sadar bahwa  setiap anggota kelompok memiliki peran yang sangat penting guna mencapai tujuan. Siswa juga diajarkan dan dilatih untuk saling percaya dan saling peduli. Saling percaya bahwa anggota yang lain akan mengerjakan tugas mereka dengan sebaiknya. Saling peduli apabila ada anggota kelompok yang menghadapi kesulitan, maka akan dengan senang hati membantu.

Game-based learning mengajarkan kepada siswa fair play atau jujur. Siswa diajarkan untuk tidak menggunakan cara-cara curang untuk menyelesaikan tugas dan mencapai hasil yang diinginkan. Guru perlu menindak dengan tegas segala jenis kecurangan yang dilakukan siswa selama permainan dilaksanakan. Setelah permainan dilaksanakan, guru perlu mengevaluasi jalannya permainan. Dengan adanya evaluasi ini guru memiliki kesempatan untuk menekankan beberapa hal yang patut diketahui oleh siswa berkenaan dengan materi yang diajarkan, selain itu juga menanamkan nilai kejujuran di dalam diri siswa.

Teknik pembelajaran ini juga mengajarkan siswa untuk berlatih berjiwa besar. Dalam permainan pastilah ada yang menang dan kalah. Hal yang sering kali sulit untuk diterima oleh para siswa adalah kekalahan. Dengan permainan yang jujur dan adil, siswa diajarkan dan dilatih untuk mau menerima segala hasil dari permainan yang dilaksanakan.

Guru juga perlu mengajarkan siswa untuk mengintrospeksi diri, apa saja yang menyebabkan suatu kelompok dapat mencapai kemenangan dibandingkan yang lain. Dengan mengetahui kelebihan kelompok pemenang dan kekurangan kelompoknya, siswa akan lebih berlapang dada menerima segala hasil dari permainan. Dan dengan evaluasi diri ini, siswa diharapkan dapat mengetahui kelemahannya dan berusaha untuk memperbaikinya.

Game-based learning cukup fleksibel untuk dilaksanakan. Dengan kata lain guru dapat menggunakan berbagai macam permainan. Dengan begitu guru mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dengan menyeimbangkan pembelajaran hard skill dan soft skill kepada para siswa. (Ninik Pujiastuti, S.Pd)