Beranda Travelling Wisata Gandeng Airfast, Kemenpar Kembangkan Seaplane untuk Wisata Bahari Indonesia

Gandeng Airfast, Kemenpar Kembangkan Seaplane untuk Wisata Bahari Indonesia

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID.JAKARTA – Di sela-sela roadshow ke airlines dan airport, Menpar Arief Yahya menerima Dirut Airfast Indonesia, Arif Wibowo di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar. Mantan Dirut Garuda Indonesia itu kini memimpin Airfast, perusahaan airlines yang sedang mengembangkan seaplane.

Tentu, ini momentum pas untuk menghidupkan destinasi pulau-pulau kecil yang eksotik di banyak tempat di Indonesia. Seaplane itu akan menjadi akses terbaik, tercepat, di wisata bahari Indonesia yang keunggulan atraksinya tidak tertandingi di dunia.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sendiri, menurut Menpar Arief Yahya sedang serius menggarap Nomadic Tourism di pulau-pulau kecil. Pertemuan duo Arief, Menpar Arief Yahya dengan CEO Airfast Indonesia, Arief Wibowo itu membahas aksesibilitas seaplane yang bisa take off dan landing di laut.

Dalam audiensi ini, Menpar Arief Yahya didampingi Ketua Tim Percepatan Wisata Maritim Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo dan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi, Dadang Rizky Ratman.

Audiensi tersebut secara khusus membahas mengenai pengembangan aksesibilitas seaplane sebagai moda transportasi ke Pulau Bawah, yang terletak di Kepulauan Anambas. Sasarannya, wisman dari Amerika, Kanada, dan Hong Kong, yang transit di Singapura.

“Pengembangan Nomadic Tourism di pulau-pulau kecil yang belum memiliki infrastruktur untuk aksesibilitas udara belum memadai. Bila menggunakan seaplane, akses transportasi udara bisa berjalan lebih cepat,” ujar Menpar Arief Yahya, Senin (5/2).

Audiensi tersebut berlangsung produktif dan menghasilkan beberapa kesepakatan. Antara lain Pulau Bawah ditetapkan sebagai zonasi daerah Wisata, dan Kemenpar akan memfasilitasi pertemuan dengan regulator terkait untuk memudahkan perizinan seaplane.

Selain itu, juga terjadi kesepakatan komitmen kedua belah pihak untuk mengembangkan Nomadic Tourism di berbagai destinasi terpencil di Indonesia. Tidak hanya itu, Kemenpar juga berkomitmen untuk mendukung branding Wonderful Indonesia di bandara Seletar yang digunakan khusus untuk Private Jet Singapura.

Selain aksesibilitas seaplane, Menpar Arief Yahya juga menawarkan konsep amenitas glam camp dan caravan. Sementara untuk atraksi, bisa mengandalkan keindahan alam Danau Toba, Labuan Bajo, Pulau Bawah, dan Pulau Banda.

“Airfast juga harus membuka jalur di Bali untuk menyaring wisman high end. Dengan aset pesawat yang dimiliki Airfast, bisa dengan mudah membawa wisman yang ingin mendatangi tempat-tempat indah di daerah terpencil,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya juga mengapresiasi Airfast yang mendukung dalam Wonderful Indonesia Co-Branding Forum. Implementasinya nanti ada pemasangan logo Wonderful Indonesia di seaplane yang mengantar wisman ke Pulau Bawah.

Arief Wibowo menyambut baik gagasan Menpar Arief Yahya dengan komitmen untuk menindaklanjuti gagasan Menpar. Arief Wibowo menyebutkan, benchmark di Maldives saja sudah dioperasikan 200 seaplane, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk jalur seaplane di Indonesia.

“Kami sudah ada rute yang sulit dijangkau pesawat besar. Seperti Baubau-Wakatobi-Kendari. Ada juga yang di Jawa Timur Surabaya-Sumenep-Pulau Pagerungan. Kami dengan senang hati bila bisa membasa wisatawan ke pulau-pulau indah lainnya,” ujar Arief Wibowo yang juga mantan Dirut Garuda Indonesia ini.

Sebelum mengakhiri audiensi, Menpar Arief Yahya memberikan souvenir Pesona Indonesia untuk CEO Airfast Indonesia Arief Wibowo.(*/jan)