Beranda Edukasi Ganjar Prioritaskan Pembangunan 15 SMK Negeri Gratis untuk Anak Tidak Mampu

Ganjar Prioritaskan Pembangunan 15 SMK Negeri Gratis untuk Anak Tidak Mampu

98

JATENGPOS.CO.ID, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memprioritaskan pembangunan 15 sekolah menengah kejuruan yang digratiskan bagi siswa-siswi tidak mampu seperti SMK Negeri Jateng, di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi atau masuk zona merah.

“Pembangunan SMKN Jateng yang baru nantinya diprioritaskan di daerah yang masuk zona merah. Kami masih memiliki sekitar 14 kabupaten yang masuk zona merah itu, nanti akan kami prioritaskan agar mereka punya akses, minimal di semua eks keresidenan,” kata Ganjar di Semarang, Rabu.

Orang nomor satu di Jateng itu telah mengajukan anggaran untuk pendirian SMKN Jateng di 15 kabupaten/kota dan jika disetujui DPRD Jateng, maka program itu akan dilaksanakan pada 2020.

Menurut dia, dengan penambahan 15 sekolah, tahun depan, maka Provinsi Jateng akan mempunyai 18 sekolah gratis 100 persen untuk siswa miskin berprestasi.

Selain penambahan SMKN Jateng berbasis asrama yang menggratiskan semua biaya pendidikan, seragam, buku dan lainnya itu, Ganjar juga sedang menjajaki kerja sama dengan pemerintah negara Jerman terkait dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Politikus PDI Perjuangan itu berencana mengadopsi kurikulum sekolah vokasi dari Jerman untuk diterapkan di SMKN Jateng.

“Di Jerman itu, anak mendaftar di perusahaan, baru perusahaan menyeleksi dan menerima anak tersebut kemudian disekolahkan di sekolah vokasi. Jadi, dari lima hari mereka belajar, tiga hari di perusahaan, dua hari di sekolah. Jadi, lulusannya benar-benar ‘expert’ di bidangnya,” ujarnya.

Nantinya, kurikulum yang diadopsi dari sistem pendidikan di negara Jerman itu akan diujicobakan di tiga SMKN Jateng yang sudah ada, yakni Kota Semarang, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Purbalingga.

“Ini wujud nyata kami menyesuaikan program dari pusat yakni pengembangan sumber daya manusia. Kalau Pak Jokowi bicara SDM unggul, inilah wujud realisasi program itu,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri saat dikonfirmasi terpisah menambahkan bahwa 15 SMKN Jateng yang akan dibangun tahun depan memang akan difokuskan di daerah-daerah miskin atau yang masuk zona merah.

Pembangunan 15 SMKN Jateng tersebut, kata dia, akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk sementara, anggaran yang tersedia akan digunakan untuk pembangunan asrama.

“Jadi, untuk sementara kami hanya akan membangun asrama di SMKN yang sudah ada di daerah-daerah itu. Sementara masih memanfaatkan sekolah yang sudah ada, lalu secara bertahap nantinya SMKN tersebut akan dibuat seperti SMKN Jateng yang ada di Semarang, Pati dan Purbalingga itu,” ujarnya.

Setelah pembangunan asrama yang dimulai pada tahun depan, maka pada 2021 sekolah tersebut dapat memulai pembelajaran.

“Baru nanti ke depan akan dilakukan penataan dan persiapan-persiapan lain agar baik metode, kurikulum dan lainnya sama dengan SMKN Jateng yang sudah ada,” katanya. (fid/ant)