Beranda Politik Ganjar Siap Jadi Jurkam Cagub yang Direkomendasi Partai

Ganjar Siap Jadi Jurkam Cagub yang Direkomendasi Partai

291
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. FOTO : SIGIT HERMAWAN/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – DPP PDI Perjuangan masih menunggu momentum yang tepat dalam mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng. Nama yang sudah dikantongi PDIP menjadi teka-teki siapa yang bakal mendapat rekomendasi dari Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.

Bacagub PDIP, H. Musthofa mengakui pihaknya juga belum tahu siapa yang akan direkomendasikan. Bahwa semua keputusan ada di DPP dan wajib mematuhi apa yang menjadi ketetapan partai.

“Rekomendasi milik saya atau bukan saya juga menanti, namun saya mengimplementasikan apa kata Ketua Umum bahwa kepala daerah dari PDIP untuk turun ke tengah masyarakat, agar mengetahui persoalan dan keluhan dari masyarakat,” katanya, kemarin.

Pihaknya juga memahami, bahwa ranah paslon di  Pilgub adalah otoritas Ketua Umum dan tahapannya masih panjang, sebagai petugas partai tidak bisa menanyakan. Semua calon dlihat dan dinilai langsung Megawati dan harus tegak lurus dengan ucapaannya.

Bacagub PDIP lainnya, yakni incumbent Ganjar Pranowo juga tengah menanti pengumuman itu. Sosialisasi dalamenunjang elektabilitasnya selama ini menurutnya juga sesuai arahan Ketua Umum, untuk turun langsung menyapa daerah.

Ganjar mengaku akan berkomitmen terhadap keputusan partai, siapa pun yang direkomendasikan maka calon lainnya harus ikut mendukung demi memenangkan Pilgub Jateng.

“Biar DPP yang menentukan dan melihat, kita tunggu keputusan dari Bu Mega. Saya juga siap jadi jurkam jika rekomendasi tidak jatuh pada saya,” tukasnya.

Sementara, Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai, jika PDIP masih memegang ritme politik di Jateng. Sehingga parpol lain pun ikut-ikutan menunggu harap cemas siapa yang akan diusung nanti.

“Siapa kandidat cagub atau cawagub, aktor utama ada di parpol. PDIP kini bermain ritme politik di Jateng karena yakin parpol lain akan merapat dan mendukung kandidatnya,” katanya.

Dia juga menilai, akibat kondisi itu parpol di Jateng bergerak lamban dalam menentukan calon kuat dibanding daerah lain seperti di Jatim dan Jabar. Parpol sangat tergantung apa yang menjadi keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Parpol lain di Jateng geraknya terbatas, karena DPP lebih dominan. Dalam demokrasi kalah menang itu biasa, dan parpol harus ada pilihan sebagai kandidat,” tandasnya. (aam/mg8)