Beranda Nasional Gempa Sebagian Jawa, Dua Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Gempa Sebagian Jawa, Dua Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID;JAKARTA – Gempa 6,9 SR yang terpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat terjadi pada Jumat (15/12) malam pukul 23.47 WIB, dengan kedalaman 107 km. Getaran gempa dirasakan hingga ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Peringatan dini Tsunami sempat dikeluarkan BMKG. Namun 2 jam setelah gempa peringatan itu resmi diakhiri.

BNPB menyebut 3 wilayah di Jawa Barat yakni Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis sebagai daerah yang paling mengalami kerusakan akibat gempa 6,9 SR. Selain itu wilayah lain juga seperti Garut dan Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

“Daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara,”ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (16/12).

Dia mengatakan pusat gempa berada di 6 km Tasikmalaya. Titik gempa itu membuat Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis menglami guncangan terparah.

“Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat,” lanjut Sutopo

Total sebanyak 2 orang tewas akibat gempa 6,9 SR yang mengguncang wilayah selatan Jawa. Gempa juga mecederai 7 orang lainya akibat tertimpa bangunan.

“Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa bumi terdapat 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka,” katanya.

Dua korban meninggal dunia adalah Hj. Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, Jawa Barat dan Ibu Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kedua korban meninggal tertimbun tembok yang roboh akibat gempa.

Gempa juga mengakibatkan 43 rumah mengalami rusak berat, 65 rumah mengalami rusak sedang dan 10 rusak ringan.

“43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan,” tambah Sutopo Purwo Nugroho.

Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi menejlaskan, gempa Jumat (15/12) malam diakibatkan tumbukan lempeng Indo-Australia.

“Berdasarkan posisi dan kedalamannya,kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, setelah gempa terjadi, tidak ada pergerakan kenaikan air laut. Hal itu berdasarkan hasil monitoring BMKG.

“Dari rekaman stasiun-stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa tidak terekam adanya kenaikan air laut,” ucapnya.

Oleh karena itu, setelah sekitar 2 jam, BMKG mencabut status peringatan tsunami di seluruh wilayah terdampak gempa.

“Pengakhiran peringatan dini tsunami telah disampaikan pada pukul 02.26 WIB,” ujar Riyadi. (udi)

BERBAGI