Beranda Headline Geram… Warga Sumpahi Tersangka Pembunuh Metha

Geram… Warga Sumpahi Tersangka Pembunuh Metha

54
BERBAGI
Adegan saat tersangka Rifai sempat ngobrol dengan saksi. Foto : AHMAD KHOIRUL ASYHAR/JATENG POS
JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Dua tersangka kasus pembunuhan Metha Novita Handayani (38) menjalani reka ulang adegan di rumah korban pada Senin (12/3) siang. Reka ulang tersebut berlangsung di depan keluarga korban dan kerumunan warga sekitar dengan kawalan petugas Polsek Ngaliyan.
Pihak keluarga korban masih tidak menyangka tersangka nekat membunuh korban hingga meminta agar tersangka seberat-beratnya. Terlebih korban meninggalkan tiga orang anak yang masih kecil.
Reka ulang tersebut digelar mulai pukul 13.00. Sejak awal kerumunan warga sudah menunggu untuk menyaksikan bagaimana wajah tersangka dari dekat.
Bahkan sejak kedua tersangka, Rifai (24) dan YA alias L (16), turun dari mobil, memeragakan sekitar 36 adegan, hingga kembali dibawa pergi oleh polisi, cacian dan sumpah serapah dari warga terus mengiringi.
Teriakan-teriakan yang mengecam kedua tersangka hingga ejekan terhadap ekspresi tersangka Rifai yang meringis kesakitan karena ditembak kakinya tidak luput dari warga.
Tampak dari kerumunan warga tersebut duduk seorang wanita berkerudung kuning dengan wajah nanar. Ia adalah Kustantoniah, ibu dari korban Metha Novita Handayani, yang seakan menerawang jauh melihat kembali bagaimana kisah hidup anaknya yang berakhir tragis tersebut.
Sementara itu adik korban bernama Emi yang juga ada didekatnya tak dapat menutupi kehilangan kakak kandung tercintanya itu. Emi mengaku jika ia dan semua keluarga masih syok berat sampai saat ini.
“Kalau keluarga masih syok berat dan sampai sekarang tidak menyangka. Cuma kesalahan seperti itu kok sampai membunuh. Bu Metha termasuk ramah dan sama pembantu tidak berani langsing menyuruh, biasanya lewat ibu saya. Misalnya, kamar mandi sudah dibersihkan belum sama mbaknya, ia bilang ke ibu saya,” ujar Emi yang mengenakan kerudung hitam di lokasi kejadian.
Ia juga kembali mengingat-ingat perilaku kakaknya itu yang baik dengan semua pembantu. Dikatakannya, Metha selalu memberikan baju atau sesuatu kepada pembantu-pembantunya.
Emi juga dekat dengan beberapa pembantu kecuali tersangka YA yang hanya bekerja di tempat Metha selama 2,5 bulan.
“Sama tersangka tidak kenal karena baru. Dulu Bu Metha cari pembantu terus dapat info dari ibu tersangka yang kerja di belakang rumah. Terus yang ini cuma 2,5 bulan ikut Bu Metha karena tahu sering pacaran sama cowoknya di rumah. Cuma diingatkan jangan pacaran karena di rumah, sebab di rumah itu tidak ada cowoknya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Melihat bagaimana kakaknya meninggal dan masih memiliki tiga anak kecil, Emi terlihat begitu geram. Ia menceritakan bahwa anak ketiga korban hingga saat ini masih trauma jika melihat orang dengan perawakan mirip dengan tersangka Rifai.
Emi berharap kedua tersangka dihukum semaksimal mungkin karena korban meninggalkan tiga anak kecil yang dikenal begitu dekat dengan korban.
“Untuk anak-anak, yang anak pertama dan kedua sudah bisa menerima tetapi yang ketiga itu masih trauma. Apalagi kalau ia lihat orang dekil, pasti ia langsung bilang ke neneknya takut dibawa pergi karena disangka rampok. Memang sekarang sudah dapat bantuan dari psikolog untuk terapi,” paparnya. (har/drh)
BERBAGI