Beranda Jateng Gibran Didukung Kader Senior PDIP

Gibran Didukung Kader Senior PDIP

Jelang Bursa Pilwalkot Solo 2020

318
Seno Kusumoarjo. Foto : aji jarmaji/jateng pos
Seno Kusumoarjo. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Pilkada serentak tahun 2020 masih satu tahun lagi. Namun dinamika menjelang memilihan kepada daerah itu, khususnya di Solo sudah mulai menghangat.

Sejumlah nama kandidat sudah muncul. Selain Wakil Walikota Solo saat ini, Achmad Purnomo, juga ada nama Gibran Rakabuming Raka dan lainnya.

Menurut tokoh senior PDIP Soloraya, Seno Kusumoarjo, bisa saja Gibran maju dalam Pilkada Solo 2020 mendatang. Bukan nggak mungkin pula, nantinya Gibran calon yang mendapat rekomendasi.

“Kalau kita mengamati di media, kan muncul nama Gibran juga. Bukan nggak mungkin, nanti Gibran calon yang direkomendasikan itu,” kata Seno Kusumoarjo, kepada para wartawan di sela menghadiri acara pertemuan relawan Jokowo, KAPT dan Seknas Jokowi di pendapo alit rumah dinas Bupati Boyolali, Kamis (5/9).

Seno menilai, putra pertama Presiden Joko Widodo tersebut memiliki tiga syarat mendasar yang harus dipenuhi untuk bisa memenangi Pilkada. Yaitu popularitas, jaringan dan dukungan logistik.

“Saya sendiri memiliki satu pegangan ya, untuk Pilkada, syarat memenangi Pilkada yang saya pegang selama ini, yang pertama figur itu bisa dijual istilahnya, figur itu laku. Yang kedua, harus memiliki jaringan, ketiga memiliki logistik. Jadi tiga persyaratan itu, popularitas oke, jaringan lebih dari oke, logistik pasti siap. Artinya tiga hal mendasar untuk memenangi Pilkada itu ada di dalam diri Gibran. Di timnya Gibran dan dirinya itu ada,” jelas dia.

Alasan lainnya, lanjut dia, Gibran juga masih berusia muda. Di atas 30 tahun dan di bawah 40 tahun. Apalagi, melihat dari sejarah, PDIP yang dikenal merupakan partainya kawulo alit dan anak muda itu, untuk Pilkada belum pernah mencalonkan calon yang usianya di atas 70 tahun. Tokoh muda untuk menduduki jabatan Walikota juga dinilainya lebih mampu mengatasi kompleksitas dan dinamika di Kota Solo.

“Kalau saya pertimbangan pribadi ya melihat nama-nama yang muncul, salah satunya Gibran itu bagi saya layak untuk saya dukung nanti. Sangat layak, karena populatitasnya ada,” terangnya.

Pilihannya pada Gibran tersebut bukan berarti ia tak mendukung Achmad Purnomo, Wakil Walikota Solo saat ini, yang mencuat dalam bursa Pilkada Solo yang akan maju melalui PDIP. Sebab pada akhirnya, ia akan mendukung siapapun calon yang mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada Solo.

Seno menyatakan, sudah komunikasi dengan FX Hadi Rudyatmo, Walikota Solo saat ini sekaligus Ketua DPC PDIP Solo.

Sementara untuk calon Wakil Walikota, Seno berpendapat Gibran bisa dipasangkan dengan kader PDIP di Kota Solo, seperti mantan Ketua DPRD Solo, Teguh Prakoso atau YF Soekasno. Komposisi tersebut seperti mengulang saat Joko Widodo maju dan menang pada Pilkada Solo 2005 lalu, yang saat ia berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo.

Seno Kusumoarjo juga mengklarifikasi munculnya nama adik iparnya, Dinar Retna Indrasari, yang disebut akan maju dalam bursa calon Wakil Walikota dalam Pilkada serentak 23 September 2020 mendatang. Meski Dinar adalah peraih suara terbanyak dari 45 legislator DPRD Solo dalam Pemilu lalu, namun itu bukan berarti sebagai dorongan untuk maju dalam Pilkada.

“Saya sebagai keluarganya menyatakan bahwa itu tidak benar dan saya sendiri tidak memberikan restu dukungan dan dorongan untuk Dinar ini sebagai salah satu kandidat Wakil Walikota. Itu yang paling penting. Sudah clear di keluarga, kita sudah bicara dengan Dinar, dengan seluruh keluarga,” tandasnya. (aji/rit)