Beranda Politik Gibran Diprediksi Lawan Kotak Kosong, Relawan Garuda Tantang Politisi Solo Hidupkan Demokrasi

Gibran Diprediksi Lawan Kotak Kosong, Relawan Garuda Tantang Politisi Solo Hidupkan Demokrasi

116
BRM Kusumo Putro.

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Banyak pihak memprediksi bahwa dalam Pilkada Solo 2020, Putra Sulung Presiden RI, Gibran Rakabuming akan berlaga melawan kotak kosong. Hal tersebut dianggap bencana karena diartikan awal matinya sistem demokrasi di kota Solo.

“Seluruh masyarakat Solo bahkan Indonesia tahu apa yang terjadi di kota Solo, saat putra presiden mendapat rekomendasi maju Pilkada dari PDI-P. Pertama menabrak tatanan partai kedua mengingkari ucapan sendiri bahwa anak presiden tidak mau berpolitik. Masyarakat bisa menilai dan pemenangnya pun sudah diketahui,” kata BRM Kusumo Putro, inisiator Relawan GARUDA (Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta), dalam statemennya Rabu (22/7/1010).

Relawan GARUDA yang sejak awal getol menyuarakan penegakan demokrasi menilai, dengan majunya anak Presiden, Pilkada solo yang menjadi ajang Pesta Demokrasi yang telah selesai sebelum waktunya.

“Pilkada tahun 2020 adalah Pilkada paling sunyi sepanjang sejarah perhelatan pilkada kota Solo, tidak ada greget demokrasi,” tandasnya.

Hal tersebut diperkuat dengan data dukungan, Calon Walikota Solo dari PDIP dengan 30 kursi di DPRD dan didukung 4 partai yaitu PAN, Gerindra, GOLKAR dan PSI, atau dukungan 40 kursi, maka tidak akan ada calon dari partai lain.

Sementara untuk calon independen BAJO, sampai saat ini belum bisa memenuhi syarat dukungan. Hingga muncul prediksi kuat soal kontak kosong sebagai lawan Gibran.

“Cukup prihatin dengan tidak adanya keberanian Parpol non PDIP untuk bersatu mengusung calon sendiri. Kami tantang politisi Solo untuk hidupkan lagi Demokrasi yang sebenarnya, meski tidak dipungkiri juga kalau ongkos Pilkada tidaklah murah.” Imbuhnya.

GARUDA meminta KPU agar jujur dan profesional dalam verifikasi data, dan menjalankan setiap proses Pilkada.

“GARUDA akan terus mengawasi kinerja KPU apakah amanah atau tidak mengemban kepercayaan rakyat.” Tegasnya.(Dea)