Beranda Semarang GKSI Indonesia-Polandia Buka Akses Perdagangan ke Uni Eropa

GKSI Indonesia-Polandia Buka Akses Perdagangan ke Uni Eropa

61
BERBAGI
Ketua Group Kerja sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Polandia, Imam Suroso (tengah) memberikan kenang-kenangan kepada Ketua Kadin Polandia seusai pertemuan bilateral di Warsawa, Polandia. FOTO : DOK/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Kerja sama bilateral Indonesia dan Polandia semakin terjalin baik setelah kunjungan delegasi GKSB (Group Kerja Sama Bilateral) Indonesia ke Polandia, belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut tercipta sejumlah kerja sama produktif antar kedua negara, diantaranya bidang pendidikan, pertanian, produk ekspor, dan rencana pembukaan rute penerbangan Jakarta-Warsawa.

Hal demikian disampaikan Ketua GKSB Indonesia-Polandia, H Imam Suroso, SH, S.Sos, MM ketika dihubungi Jateng Pos, Selasa (5/12) kemarin. Dalam kunjungan tersebut delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon sempat melakukan pembicaraan bilateral dengan Ketua Senat Polandia HE. Mr. Stanislaw di ruang Rapat Senat di Warsawa Polandia.

Sedangkan, Imam Suroso bersama rombongan GKSB secara khusus melakukan pertemuan dengan Ketua Kadin Polandia membahas pentingnya memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Polandia. Diharapkan terjalin kerja sama ekonomi terhadap produk ekspor Indonesia untuk mendapatkan akses pasar Uni Eropa.

“Potensi produk ekspor kita (Indonesia, red) cukup melimpah, didukung kualitas yang bagus dan sumber daya yang trampil seperti produk kerajinan dan pengolahan hasil alam kita bisa diterima masyarakat Polandia. Terlebih lagi potensi wisata Indonesia yang indah telah memesona dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Polandia, kita telah menyepakati kerjasamanya,” ujar anggota Komisi IX DPR RI ini.

Dijelaskan politisi PDIP asal Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Tengah (Pati, Grobogan, Rembang, dan Blora) ini, sistem pendidikan yang berkualitas yang dimiliki Polandia sangat menarik untuk dijalin kerja sama, terutama dalam bidang kesehatan, teknologi, sains dan pertanian.

“Seperti negara-negara Eropa lainnya, Polandia punya sistem yang maju dan modern yang patut kita jadikan referensi. Khususnya bidang kesehatan yang menjadi bidang komisi saya (Komisi IX, red) akan kita jadikan acuan. Tidak menutup kemungkinan para ahli medis bisa menjadikan Polandia sebagai alternatif melanjutkan studinya, begitu para pelajar kita yang ingin melanjutkan studinya ke Eropa,” jelas legislator asal Pati ini.

Adanya kunjungan kerja tersebut, lanjut Imam Suroso, saat ini hubungan kerja sama bilateral Indonesia-Polandia semakin terjalin baik dan mulai ada peningkatan untuk segera direalisasi.

“Tinggal kita optimalisasikan dengan mengajak pihak-pihak terkait untuk bersama-sama memanfaatkan peluang kerja sama ini. Khususnya untuk produk ekspor tentunya saya akan memperhatikan potensi-potensi yang bisa saya kerjasamakan, seperti yang ada di Kabupaten Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora. Ini kesempatan kita untuk menawarkan ke negara-negara Uni Eropa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu GKSB telah memaksimalkan kesempatan dengan meminta dukungan Polandia terhadap produk ekspor Indonesia agar bisa menembus akses pasar UE yang lebih luas. Selain itu, GKSB juga melakukan komunikasi diplomatik untuk pemantapan pembentukan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) Indonesia- Polandia.

Lobi diplomatik yang paling sentral lainnya, adalah mengupayakan akses kunjungan wisata ke Indonesia agar lebih lancar dan mudah, dengan meminta Polandia bersedia membuka penerbangan langsung Jakarta-Warsawa. Saat ini pembicaraan rencana itu sudah dimatangkan, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelengkapan fasilitas akan ditingkatkan.

“Banyak sekali paparan dari GKSB yang sudah kita sampaikan. Kita berharap diplomasi bilateral Indonesia-Polandia semakin kuat dan produktif. Kita sudah memanfaatkan kesempatan lobi secara maksimal. Semua itu untuk negeri kita dan demi kepentingan bangsa kita,” pungkasnya. (muz/biz)