Beranda Jateng Gubernur Instruksikan ASN Jateng Tidak Korupsi

Gubernur Instruksikan ASN Jateng Tidak Korupsi

11

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) agar tidak melakukan berbagai tindak pidana korupsi dalam bentuk apa pun.

Ganjar secara daring kepada 1.349 orang ASN yang memperoleh Surat Keputusan Gubernur Jateng tentang pengangkatan CPNS formasi 2019, di Semarang, Jumat, menyatakan selain tidak melakukan korupsi, juga menekankan agar ASN menyumbangkan keilmuannya untuk melayani masyarakat dan setia terhadap Pancasila serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan korupsi, pesan ini intonasinya keras. Jadi PNS bayarannya tidak besar, kalau ingin tambahan penghasilan, tingkatkan kinerja. Kalau ingin kaya raya ya jadi pengusaha. Layani masyarakat, hidup tenang, kalau ada PNS baru yang dimintai setoran, lapor ke gubernurnya langsung,” katanya pula.

Dalam situasi pandemi COVID-19, lanjut Ganjar, abdi negara baru bisa menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

Penjabat Sekda Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo mengatakan dari total 1.409 formasi CPNS yang diberikan kepada Pemprov Jateng, hanya 1.349 formasi yang terisi.

“Ada 60 formasi yang kosong, karena jarang lulusannya, sehingga minim pelamar di antaranya guru kewirausahaan dan pekerja sosial,” ujarnya.

Ia memerinci pada 2019 formasi CPNS Pemprov Jateng yang dibuka adalah 551 formasi guru, 316 formasi tenaga kesehatan, dan 542 formasi teknisi dengan pelamar yang mendaftar sebanyak 53.908 orang, sebanyak 49.145 orang lolos administrasi.

Yang bersangkutan menjalani ujian seleksi kompetensi dasar dan kemudian tersaring menjadi 3.835 orang yang lolos ke tahap seleksi bidang.

“Ujian (bidang) kemudian dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat di Asrama Donohudan pada 10-16 September 2020 sebanyak 2.794 orang, kemudian 1.041 orang melaksanakan ujian di BKN seluruh Indonesia. Yang diterima jadi CPNS sebanyak 1.349 orang,” katanya pula.

Dari jumlah yang diterima, khusus untuk formasi perawat telah diperbantukan untuk membantu penanganan COVID-19, pada Desember 2020, sedangkan formasi lainnya, baru bekerja pada Januari 2021. (fid/ant)