Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Guessing Game Tingkatkan Speaking Skill Siswa

Guessing Game Tingkatkan Speaking Skill Siswa

9
Ayu Lelli Riadhiani, S.Pd.SD Guru Kelas SDN 2 Tening, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

Terdapat empat keterampilan dasar dalam mempelajari Bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa, yaitu keterampilan mendengarkan (listening skill), keterampilan embaca (reading skill), keterampilan menulis (writing skill), dan keterampilan berbicara (speaking skill). Diantara empat keterampilan tersebut, keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang paling penting bagi siswa dalam mengomunikasikan informasi yang mereka miliki kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari (Ayu, 2019:55). Pembelajaran Bahasa Inggris di kelas rendah bertujuan untuk memperkenalkan keempat keterampilan berbahasa Inggris, terutama keterampilan berbicara sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22/2006 yang menyatakan bahwa Mata pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI  bertujuan agar siswa memiliki kemampuan mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk isan secara terbatas untuk mengiringi tindakan dalam konteks sekolah. Kebanyakan siswa kelas 2 SDN Tening mengalami kesulitan dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris, hal ini dibuktikan dengan adanya keengganan siswa dalam berbicara di dalam kelas. Hal ini dikarenakan beberapa alasan, yaitu siswa merasa malu atau takut untuk berbicara dan keterbatasan kosakata yang mereka miliki. oleh karena itu guru harus menemukan metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa berbicara dalam Bahasa Inggris, salah satu metode tersebut adalah Guessing Game.

Guessing Game atau permianan tebak kata adalah permainan di mana siswa harus menebak sebuah kata dari petunjuk yang disediakan dengan benar (Prawiyata, 2018:307). Dengan memanfaatkan permainan dalam pembelajaran, guru dapat mengurangi kemonotonan dan menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa dapat belajar dengan santai. Permainan Guessing Game biasanya dapat menghilangkan rasa takut siswa untuk berlatih/berpartisipasi. Selain itu bermain dapat menghilangkan perasaan malu dan perasaan dipaksa untuk berbicara dalam diri siswa. Menurut Hafrison (2018:121), permainan ini dapat melatih siswa dalam mencapai tiga hal, yaitu menerka dengan pengucapan kata/kalimat dengan baik dan benar, berdialog dengan seperangkat kalimat yang saling berhubungan, dan menguatkan ingatan dan memperkaya kosakata siswa.

Menurut Pratiwi (2015:14), permainan Guessing Game dapat dilaksanakan secara individu maupun berpasangan. Secara individu, siswa diharapkan untuk menebak dari petunjuk yang diberikan guru, sedangkan secara berpasangan membutuhkan dua pihak, yaitu pihak yang berperan sebagai penanya (knower) dan pihak yang berperan sebagai penebak (guesser). Peran knower adalah untuk mengonfirmasi tebakan guesser dengan mengatakan yes atau no saja hingga guesser menebak dengan tepat. Dalam praktiknya di kelas, guru dapat memulai permainan Guessing Game individu dengan cara mengarahkan siswa untuk menebak nama binatang sesuai dengan gambar, video, atau suara yang diperlihatkan/diputar menggunakan media LCD atau media lain. Setelah sisw memahami cara kerja permainan ini, guru dapat memulai membentuk pasangan-pasangan siswa yang akan bermain secara mandiri. Pasangan tersebut terdiri dari dua orang siswa yang berperan sebagai knower dan guesser secara bergantian.

Setelah melakukan permainan ini, siswa kelas 2 SDN Tening mengaku merasa lebih percaya diri dalam berbicara dalam Bahasa Inggris. Siswa tidak tertekan dalam mengucapkan kata berbahasa Inggris karena mereka merasa senang dalam bermain, sehingga tidak malu dan takut jika mengucapkan kata yang salah. Secara tidak sadar, siswa jauh lebih aktif dalam berbicara menggunakan kosakata Bahasa Inggris selagi mereka berusaha menebak kata yang tepat. Dibandingkan metode pembelajaran konvesional, keterampilan berbicara siswa dapat diasah dengan lebih baik menggunakan permainan ini. Hal ini menunjukkan bahwa permainan Guessing Game dapat meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa SD kelas rendah.

Ayu Lelli Riadhiani, S.Pd.SD

Guru Kelas SDN 2 Tening, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung