Beranda Jateng Henry Ajak Masyarakat Berlomba Berbagi dan Peduli Warga Miskin

Henry Ajak Masyarakat Berlomba Berbagi dan Peduli Warga Miskin

216
BERBAGI
BERKUNJUNG : Henry Indraguna saat mengunjungi kakek Wiyanto, warga miskin Di Tawangsari Sukoharjo.
BERKUNJUNG : Henry Indraguna saat mengunjungi kakek Wiyanto, warga miskin Di Tawangsari Sukoharjo.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Masih ada sebagian warga Sukoharjo yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar mereka para orang tua yang tidak memiliki keluarga, yang hidup kesehariannya memgandalkan bantuan para tetangga. Salah satunya Wiyanto seorang kakek yang berusia sekitar 80 tahun, warga dusun Gendengan RT 01 / RW 04, desa Pojok, Tawangsari. Triyono, keponakan yang merawatnya, mengatakan Wiyanto tidak memiliki anak, sementara istrinya sudah lama meninggal.

“Saat ini saya yang merawat mbah, namun saya tidak bisa menjaganya 24 jam, karena saya juga harus bekerja dan merawat ibu saya yang single parent,” katanya.

Selain tinggal seorang diri, Wiyanto tinggal di rumah tidak layak huni. Rumahnya yang berukuran 7 x 6 meter, ini masih beralaskan tanah, dinding anyaman bambu berlobang yang disulam seng. Sementara itu, MCKnya bisa dikatakan sangat tidak layak pakai. Hanya ada sebuah lubang yang dicor dijadikan sebagai kloset, dan sebuah papan yang dipakai Wiyanto untuk berselojor saat buang air besar.

“Kalau mau buang air besar, bisanya duduk tidak bisa pake kloset,” imbuhnya.

Menurut Triyono, di desanya mendapatkan program MCK untuk mencegah masyarakat Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Tapi entah kapan rumah mbak Wiyanto dapat jatah bantuan MCK. Kisah mbak Wiyanto terdengar oleh caleg DPR RI Partai Perindo, Henry Indraguna, Jumat (8/2) kemarin ia mengunjungi mbah Wiyanto.

“Saya mau melihat sendiri kondisi mbah Wiyanto, ternyata menyedihkan sekali kondisi dan keadaannya,” katanya.

Henry meminta semua masyarakat, terutama Dapil lima Jawa Tengah untuk membantu Wiyanto. “Sebagai rasa kemanusian, mohon dibantu dengan sangat supaya hidupnya tidak berada di bawah garis kemiskinan,” katanya. Henr y menambahkan dia akan terus mencari orangorang yang saat ini hidupnya berada di bawah garis kemiskinan.

“Saya akan terus mencari mbah Wiyanto mbah Wiyanto yang lain, mereka harus dapat perhatian. Jadi nanti lihat saja, Pemkab dulu atau saya dulu,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, kehidupan warga miskin di Sukoharjo juga terdengar oleh Kepolisian RI. Sabtu (9/2) kemarin, Kakorbinmas Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol Drs Widiyarso Herry Wibowo melakukan kunjungan kerja ke Sukoharjo sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu.

Dikecamatan Tawangsari ada empat lokasi yang di kunjungi yakni di Rumah Mbah Aminem (80), Mbah Wiyanto (80), Mbah Wignyo (75) dan Mbah Parmin (80) keempatnya merupakan warga Dukuh Gendengan, Kelurahan Pojok, Kecamatan Tawangsari. Tim Bakti Sosial memberikan bantuan berupa paket sembako dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Tim Dokes Polres Sukoharjo. Dan juga siap membantu program bedah rumah. (dea/bis)

BERBAGI