Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Hilangnya Budaya Indonesia saat ini

Hilangnya Budaya Indonesia saat ini

BERBAGI
Sri Muryani,S.Pd Guru SMK Negeri 2 Sragen
Sri Muryani,S.Pd Guru SMK Negeri 2 Sragen

JATENGPOS.CO.ID, – Masyarakat indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa dengan bermacam-macam adat –istiadat dan budayanya mulai dari sabang sampai merauke. Keragaman budaya ini merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Perkembangan budaya Indonesia sekarang ini secara perlahan mulai tergusur seiring dengan perkembangan zaman  dan tehnologi yang modern ini. Pada zaman sekarang Budaya Indonesia sudah jarang sekali yang memperhatikannya, terutama kaum muda. Masuknya budaya-budaya luar ke Indonesia seperti sebuah wabah yang menjangkiti anak muda di Indonesia. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, aliran musik, dan juga tingkah lakunya sudah terjangkiti oleh budaya luar. Tak heran sekarang ini budaya Indonesia hampir tidak ada yang mengetahuinya terutama anak-anak muda. Mereka mulai meninggalkan budaya bangsa dan lebih memilih budaya luar baik daerah perkotaan maupun daerah pedesaan sama saja, dengan alasan budaya Indonesia  jadullah , tidak gaul lah, ndeso,katrok dan banyak alasan lainnya.  Mereka meninggalkan budaya Indonesialebih memilih budaya modern agar dianggap keren, modern, terpelajar tidak ketinggalan jaman.

Anak muda jaman sekarang kurang memahami budayanya sendiri tidak merasa bangga dengan dengan budaya yang dimiliki bangsanya sendiri. Sebagai contoh mereka kurang menyukai wayang, gamelan, berpakaian pun sudah tidak sesuai adat ketimuran. Apalagi jaman sekarang tehnologi sudah canggih, bayangkan hampir setiap anak sekolah punya hp sehingga pengaruh asing dengan mudah masuk ke Indonesia tak terkecuali budayanya. Dengan masuknya budaya asing anak-anak lebih menyukai budaya asing.Tingkah laku anak jaman sekarangpun juga tidak baik , sopan santun berkurang, cara berbicaranya juga tidak baik, belum lagi cara berpakaiannya tidak sesuai dengan adat ketimuran. Maka kita sebagai seorang guru harus mampu menumbuhkan anak untuk mencintai budayanya sendiri, kita sebagai sebagai anak Indonesia kita harus bangga dengan budaya indonesia.

Bangsa Indonesia kaya akan budaya, banyak ragamnya dan begitu indahnya sampai sampai orang asing banyak yang belajar akan budaya kita ini, bahkan kemarin ada budaya reog yang diakui budaya Malaysia, padahal kita tahu reog itu budaya daerah dari Ponorogo jawa timur. Orang jawa yang terkenal dengan ramah tamahnya, sopan santun, lemah lembut,gamelan, tarian yang begitu indah.Belum lagi bahasa jawa yang terkenal bahasa yang mengenal tingkatan bagaimana seharusnya berbicara dengan orang tua dan berbicara dengan yang lebih muda dibedakan. Ada orang Indonesia yang tinggal di Belanda dia membuka kursus bahasa Jawa dan banyak sekali orang belanda yang mengikuti kursus tersebut. Tetapi justru orang Indonesia/Jawa malah tidak mau belajar budayanya sendiri. Hal tersebut jika berlangsung terus menerus maka kemungkinan budaya Indonesia akan lenyap dari bumi pertiwi Indonesia. Kemungkinan tersebit bisa saja terjadi jika kita tidak melestarikannya.  Untuk itu kita harus segera melestarikan budaya kita sendiri yaitu budaya Indonesia agar tidak tergerus oleh budaya asing.

Oleh karena itu, sekarang di sekolah-sekolah baik pendidikan dasar, menengah pertama maupun menengah keatas diberi muatan lokal. Pada jenjang SD misalnya diberikan ekstra gamelan, seni tari, di SMP diberikan pelajaran bahasa jawa juga ekstra tari. Sedangkan di sekolah menengah ke atas yaitu di SMK dan SMA selain diberikan muatan lokal bahasa jawa, mata pelajaran KWU siswa diberikan pelajaran membatik. Selain itu untuk mencintai budaya Indonesia pemerintah propinsi khususnya jawa tengah membuat peraturan bahwa setiap tanggal 15 guru SMA dan SMK wajib menggunakan pakaian adat, kalau di jawa tengah baju kebaya bagi ibu guru dan bagi bapak guru mengenakan jawi jangkep. Itu semua merupakan usaha pemerintah untuk melestarikan budaya Indonesia. Sebagai seorang guru mari kita sukseskan program pemerintah tersebut dengan cara melaksanakan peraturan tersebut serta memberikan contoh cara berbicara, cara berpakaian sesuai adat ketimuran.

 

Oleh : Sri Muryani,S.Pd

Guru SMK Negeri 2 Sragen

BERBAGI