Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Home Visite Dukung Pemecahan Masalah Siswa SMA

Home Visite Dukung Pemecahan Masalah Siswa SMA

147
BERBAGI
Suprapti,S.Pd Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Gemolong Sragen
Suprapti,S.Pd Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Gemolong Sragen

Keberadaan Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan dampak positif yang amat besar terhadap perkembangan pendidikan dan pribadi siswa, hal ini mengingat banyaknya permasalahan belajar yang dialami siswa.  (Ahmadi, Abu & Supriono, Widodo. 2004 : 16)

Home visite atau kunjungan rumah yang merupakan kegiatan pendukung bimbingan konseling untuk memperoleh data,keterangan,kemudahan dan komitmen untuk terselesaikannya permasalahan peserta didik,akhir-akhir ini sudah jarang dilakukan lagi oleh guru BK termasuk di SMA Negeri 1 Gemolong. Hal ini dikarenakan banyaknya faktor,salah satunya adalah kurangnya waktu. Padahal kegiatan kunjungan rumah sangat penting dan bermanfaat,selain memperoleh data dan keterangan tentangberbagai hal yang besar kemungkinannya ada sangkut pautnya dengan permasalahan siswa.Fungsi utama bimbingan yang diemban oleh kegiatan kunjungan rumah adalah pengentasan masalah.

Dengan kunjungan rumah akan diperoleh berbagai data seperti,kondisi rumah tangga orang tua siswa,fasilitas belajar yang ada di rumah,hubungan antar anggota keluarga,sikap dan kebiasaan siswa saat di rumah,serta komitmen orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam perkembangan siswa dan pengentasan masalah siswa.

Untuk kunjungan rumah ,guru BK perlu mengadakan persiapan berupa,pembicaraan dengan siswa yang bersangkutan tentang rencana kunjungan rumah,dalam hal ini perlu diusahakan agar pada akhirnya siswa menyetujui rencana kunjungan rumah karena hal ini terkait dengan asas kerahasiaan.Rencana yang matangpun perlu diupayakan seperti waktu kunjungan,isi kunjungan apa saja yang hendak dibicarakan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya,apa yang hendak diobservasi,dan komitmen apa yang hendak dimintakan dari orang tua serta jangan lupa pemberitahuan kepada orang tua yang akan dikunjungi harus seijin kepala sekolah.

Kunjungan rumah yang dilaksanakan harus sesuai  dengan rencana yang telah disusun,dan jika perlu guru BK dapat mengadakan konferensi kasus yang diikuti oleh anggota keluarga yang diharapkan dapat membantu pemecahan masalah siswa yang dimaksud.Seluruh hasil kunjungan rumah dicatat dan didokumentasikan dengan rapi oleh guru BK untuk dipergunakan dalam mendukung layanan pemecahan masalah siswa yang bersangkutan.

Dalam keadaan tertentu,kunjungan rumah dapat diganti dengan pemanggilan orang tua ke sekolah.Persiapan dan prosedur pemanggilannya sejalan dengan prosedur kunjungan rumah. Permasalahan siswa yang dialami siswa tidak  semuanya memerlukan kunjungan rumah, hanya permasalahan yang membutuhkan pemahaman lebih jauh tentang suasana rumah atau keluarga, sesuai dengan pernyataan Prayitno dan Erman Amti (1999:32) bahwa permasalahan siswa menyangkut kadar yang cukup kuat peranan  rumah atau keluarga saja yang memerlukan kunjungan rumah.

Hal ini  bukan berarti pelaksanaan kunjungan rumah tidak penting untuk dilaksanakan tetapi malah sebaliknya, pelaksanaan ini sangat bermanfaat bagi siswa mengingat lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dirinya. Sebagaimana dinyatakan Rochman Natawijaya (1979: 20) keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar  dalam perkembangan diri individu yang dapat dilihat dari 1) status sosial ekonomi, keadaan ini mempunyai  peranan terhadap tingkah laku anak, 2) keutuhan keluarga, ketidak utuhan keluarga, ketidakutuhan keluarga akan memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan kecakapan di sekolah atau tingkah laku sosialnya, 3) sikap otoriter, demokratis, dan selalu melindungi atau memanjakan anaknya semua sikap ini akan mempengaruhi kepribadian anak.

Home visit atau kunjungan rumah pada kenyataan sangat membantu terjalinya komunikasi yang berkualitas antara guru BK , orang tua dan para siswa dengan segala permasalahan yang ada. Kunjungan rumah perlu atau diagendakan untuk dilaksanakan meskipun tidak terlalu sering. Dengan melaksanakan kunjungan rumah,diharapkan guru BK dapat menjadi sahabat para siswa sehingga tak ada lagi rasa takut siswa pada guru BK dan dapat memupuk minat siswa untuk melakukan konseling tanpa ragu.

 Suprapti,S.Pd

 Guru Bimbingan Konseling SMA Negeri 1 Gemolong Sragen

BERBAGI