Beranda Semarang Hotel Tentrem Semarang Diresmikan, Berpotensi Sumbang PAD Rp30 Miliar Tiap Tahun

Hotel Tentrem Semarang Diresmikan, Berpotensi Sumbang PAD Rp30 Miliar Tiap Tahun

83
Proyek Tentrem Semarang yang terdiri dari mall, hotel dan apartemen, Kamis (13/8/2020) sudah mulai operasional.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Hotel Tentrem di Jalan Gajahmada, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang mulai dibuka hari ini bakal menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak perhotelan dan restoran bagi pemerintah kota setempat sebesar Rp30 miliar tiap tahun.

“Setelah beroperasi penuh, Hotel Tentrem ini akan menyumbang PAD Kota Semarang dari pajak hotel dan restoran setahun Rp30 miliar,” kata Direktur Sido Muncul (SIDO) Irwan Hidayat saat pembukaan Hotel Tentrem, Mal Tentrem, dan Tentrem Suite di Semarang, Kamis.
Ia mengungkapkan pihaknya sengaja membuka Hotel Tentram di tengah pandemi COVID-19 sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga Kota Semarang dan sekitarnya.
Menurut dia, dengan membuka dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Hotel Tentrem, Mal Tentrem, dan Tentrem Suite itu dapat menggerakkan perekonomian di masyarakat.
“Harapan kami, kalau ini berjalan maka perekonomian juga berjalan, sebab kalau berhenti malah celaka. Pokoknya ‘life must go on’, tidak boleh berhenti dan tidak boleh menyerah dengan pandemi,” ujarnya.
Irwan menegaskan Hotel Tentrem mempunyai pangsa pasar sendiri dan tidak mematikan keberadaan hotel-hotel lain di Kota Semarang.
“Hotel ini tidak untuk menjatuhkan, kami punya pangsa pasar sendiri, keberadaan kami ini saya berharap tidak merugikan orang lain, namun bisa menambah lapangan pekerjaan, bisa menambah PAD,” katanya.
Sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi COVID-19, pengelola Hotel Tentrem sengaja mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bidang kuliner menyajikan menu andalan untuk sarapan bagi para tamu yang menginap.
UMKM kuliner yang digandeng pengelola Hotel Tentrem antara lain, Soto Bokoran, Gudeg Abimanyu, Nasi Ayam, Lumpia Gang Lombok.
“Kami memasukkan UMKM-UMKM supaya keberadaan kami juga memberi manfaat bagi mereka,” ujarnya. (fid/ant)