Beranda Jateng Hujan Memuncak Hingga Februari, BMKG: Waspada Banjir!

Hujan Memuncak Hingga Februari, BMKG: Waspada Banjir!

BERBAGI
Mendung menggelayut di langit Kota Tegal. BMKG memprediksi puncak musim hujan Januari-Februari. FOTO:K. ANAM SYAHMADANI/JPNN

JATENGPOS.CO.ID.TEGAL- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan yang mengguyur Kota Tegal dan sekitarnya akan mencapai puncaknya dari Januari sampai Februari mendatang.

Sehubungan itu, BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai hujan lebat dengan waktu singkat, disertai angin kencang dan petir yang bisa saja terjadi secara tiba-tiba.

“Karena intensitas hujan meningkat, daerah-daerah yang berpotensi banjir harap siaga,” kata Prakirawan BMKG Tegal Hendy Andriyanto, Senin (22/1). Hendy mengemukakan, Januari ini, curah hujan di bawah normal. Padahal, di bulan ini umumnya hujan setiap hari. Anomali tersebut disebabkan monsun blocking, yaitu aliran masa udara basah yang berasal dari Asia.

Aliran masa udara basah tersebut terhadang siklon tropis di Laut China Selatan. “Aliran masa udara basah tersebut seharusnya optimal menuju ke Indonesia untuk pembentukan awan-awan hujan,” jelas Hendy. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), daerah-daerah yang berpotensi banjir ada sepuluh titik.

Yakni, Kelurahan Panggung, Krandon, Cabawan, Margadana, Pesurungan Lor, Pesurungan Kidul, Kemandungan, Kaligangsa, dan Kraton. BPBD mengimbau terutama masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS). Antara lain, Sungai Gung, Sungai Kemiri, dan Sungai Kaligangsa, yang biasanya mendapatkan air kiriman dari Kabupaten Tegal.

Untuk mengatasi banjir, Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) membangun Kolam Retensi Mintaragen, Polder Bayeman, dan Kolam Retensi Tegalsari. DPUPR juga rutin melakukan pengerukan drainase. Secara garis besar, Kota Tegal memiliki panjang drainase sekitar 2-3,5 kilometer dari ujung selatan ke utara, dengan total lima sistem. (nam/ela/jpnn/muz)

 

BERBAGI