Beranda Jateng HUT Kabupaten Semarang ke-497: Pemkab Sukses Turunkan Angka Kemiskinan

HUT Kabupaten Semarang ke-497: Pemkab Sukses Turunkan Angka Kemiskinan

BERBAGI
Salah satu penari dari Kecamatan Ambarawa yang mengenakan kostum Anoman naik ke panggung kehormatan untuk menyalami Bupati Semarang H Mundjirin dan Wakil Bupati Ngesti Nugraha. FOTO:ABDUL MUIZ/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID. UNGARAN- Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pemkab Semarang mengalami kenaikkan menggembirakan dari 72,4 persen menjadi 74,4 persen. Pencapaian itu bisa dirasakan dari kemajuan berbagai sektor yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Diantaranya sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian yang berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Kondisi itu bisa dilihat dari tingkat daya beli masyarakat dan petani yang semakin tinggi.

“Pencapaian IPM tahun ini cukup menggembirakan. Kita patut bersyukur atas hasil kerja kita bersama ini. Pencapaian tersebut cukup signifikan dengan keberhasilan Pemkab dalam menekan angka kemiskinan dari semula sebesar 11 persen turun menjadi 7,7 persen,” ujar Bupati Semarang H Mundjirin seusai mengikuti Rapat Paripurna HUT Kabupaten Semarang ke-497 di ruang paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (15/3) kemarin.

Tari Gedong Songo ditampilkan warga saat pawai budaya HUT Kabupaten Semarang ke 497 di Ungaran, Kamis (15/3). FOTO: DHANI/JATENG POS

Disebutkan Mundjirin, kemajuan menggembirakan juga bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang semula sempat mengalami penurunan hingga 4 persen saat ini naik menjadi 5 persen.

“Pencapaian ini tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam pembangunan di Kabupaten Semarang. Saling hidup rukun, hormat dan menghormati, tidak pernah congkrah hingga dapat hidup dan bekerja dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, perayaan HUT Kabupaten Semarang siang kemarin dilaksanakan meriah dengan menggelar Kirab Budaya dengan rute dari Alun-alun Bung Karno, Kalirejo hingga depan Rumah Dinas Bupati. Diikuti puluhan peserta dari perwakilan sekolahan, instansi pemerintahan, dan masyarakat umum.

Ribuan warga terlihat menyemut di sepanjang rute yang dilalui arak-arakan. Mereka sabar menunggu di pinggir jalan meski sempat diwarnai hujan gerimis.

Sepeti Yulianto (35) warga Perum Watububan Gedanganak, Ungaran Barat sengaja datang bersama anak dan istrinya untuk menyaksikan kemeriahan kesenian warga Kabupaten Semarang yang hanya diadakan kolosal setahun sekali.

“Setiap HUT Kabupaten Semarang kesenian tradisional yang ada selalu tampil memeriahkan. Ini untuk menunjukkan anak-anak saya bahwa sebenarnya kita memiliki budaya yang agung,” kata Yulianto.

Berbagai kesenian ditampilkan peserta seperti pagelaran tari Gedong Songo, Tari Rawapening, reog kuda lumping, drum blek,  khasidah terbang dan berbagai kesenian tradisional lainnya.

Dalam arak-arakan juga diarak pusaka berupa keris dan tombak peninggalan Bupati Semarang pertama, Ki Ageng Pandanaran I berada di barisan rombongan delman Pimpinan Daerah Kabupaten Semarang. Selanjutnya diikuti oleh para pejabat, siswa sekolah dan kelompok kesenian dari 19 kecamatan. (muz/dni)