Beranda Semarang Hutan Wisata Guyub Payung Cepu Wajib Ditata Ulang

Hutan Wisata Guyub Payung Cepu Wajib Ditata Ulang

100
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng RM Yudhi Sancoyo.

JATENGPOS.CO.ID, GEDUNG BERLIAN — Keberadaan hutan wisata Guyub Payung di Cepu, Blora sebagai salah satu destinasi wisata sejauh ini belum bisa maksimal. Perlu adanya perhatian lebih dari berbagai pihak agar keberadaanya mampu menarik perhatian banyak wisatawan.

“Banyak yang harus dibenahi. Ini kesimpulan kami saat (komisi B) melakukan kunjungan kerja ke hutan wisata Guyub Payung kemarin (16/1),” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng RM Yudhi Sancoyo.

Dia mengatakan, melihat potensi hutan wisata tersebut harusnya bisa lebih dari itu. Selain menjadi daya tarik wisata, tempat itu juga bisa meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatakan roda perekonomian warga sekitar.

“Sangat disayangkan bila objek hutan wisata terbengkelai karena minimnya perhatian. Semestinya bisa menjadi potensi wisata unggulan baik di bidang agrowisata juga edukasi pentingnya hutan bagi lingkungan. Bilamana terkelola dengan baik, bukan tidak mungkin akan meningkatkan pendapatan tidak hanya daerah namun juga provinsi,” terangnya.

Legislator asal Golkar itu juga menambahkan akan berusaha turun tangan membantu pengelolaan hutan wisata yang berada di perbatasan Jateng dan Jatim. Dia juga menegaskan peran media dan jurnalis sangat dibutuhkan dalam memopulerkan tempat wisata yang nantinya jadi unggulan se-Jawa.

“Hutan wisata tersebut mempunyai potensi agrowisata unggulan. Selain itu juga terdapat jalur lokomotif yang bisa digunakan sebagai tambahan objek wisata. Namun, karena minimnya sosialisasi baik di tingkat daerah dan pusat maka banyak fasilitas yang terbengkalai dan rusak. Kami berharap pemerintah daerah beserta provinsi hingga pusat dapat turut membantu mengelola hutan ini,” ujarnya.

Hutan wisata Guyub Pasung berada di wilayah BPKH Pasar Sore, Perum Perhutani KPH Cepu. Wisata  ini mempunyai luas 2.225 hektare dapat dimanfaatkan potensinya.

Data di tempat itu disebutkan, hutan seluas 2.225 hektare tersebut mempunyai 1.800 jenis pohon dan tanaman dalam kondisi yang baik. Namun, karena minimnya sosialisasi tentang potensi wisata membuat banyak fasilitas umum yang rusak terlebih lagi akses jalan masuk yang sangat sempit dan berbatu. (saf)