Beranda Travelling Wisata I’ampelgading Wisata Baru Bandungan

I’ampelgading Wisata Baru Bandungan

140
BERBAGI
Warga memenuhi wisata I'Ampelgading di Desa Kenteng, Bandungan, Kabupaten Semarang. FOTO : DHANI SETIAWAN/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN – Kabupaten Semarang memiliki berbagai potensia alam yang menajubkan salah satunya potensi wisata alam. Pemandangan dari gunung Ungaran yang indah ini memjadi potensi daya tarik wisata.

Kini satu lagi telah dibuka untuk umum destinasi wisata alam Desa Wisata Gendhol, I’Ampelgading Homeland berada di Dusun Ampel Gading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang.

Bagi Anda yang suka dengan adrenalin maupun tantangan, rasanya perlu menjajal akses jalan menuju I’ Ampelgading Homeland tersebut. Anda setelah sampai di kawasan wisata Bandungan untuk sampai di lokasi harus melewati jalan selebar 3 meter atau cukup untuk satu mobil.

Untuk mencapai lokasi harus mengendarai sepeda motor dengan tenaga kuat. Jika menggunakan mobil harus bergantian dengan mobil yang naik-turun. Namun setelah sampai lokasi, pemandangan indah terlihat seperti rawa pening dan kota Ambarawa.

“Untuk saat ini, pengunjung cukup membayar parkir sebesar Rp5.000. Kemudian di lokasi bisa swafoto di gardu pandang dengan melihat keindahan Rawa Pening dari bawah Gunung Ungaran ini,” kata Budi Setyo penggerak wisata Bandungan.

Saat ini masih gratis untuk umum, namun mulai Desember akan dikenai tarif yang besarnya masih didiskusikan oleh Desa Kenteng. “Sekarang ini untuk masuk cukup bayar parkir saja, tapi nantinya pengunjung akan dikenakan tarif. Kami ini masih terus berbenah, yang pasti kami menjual view alam,” kata dia.

Bupati Semarang, Mundjirin menyatakan dirinya mengetahui adanya pemandangan yang indah dari Gunung Ungaran. Namun baru mengetahui adanya akses jalan setelah meresmikan wisata  I’Ampelgading.

“Saya mengetahui ada akses jalan ini setelah datang ke lokasi. Pemandangannya memang bagus, perlu ditingkatkan wisata ini,” kata Mundjirin.

Mundjirin mendukung potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Semarang, karena akan menggerakkan potensi ekonomi yang ada di desa-desa. “Kalau ada wisata akan menggerakkan potensi lainnya, seperti ekonomi masyarakat,” katanya. (dni/muz/mg8)