Beranda Headline Iklan Media Dilelang Mepet, Ada Apa KPU Jateng?

Iklan Media Dilelang Mepet, Ada Apa KPU Jateng?

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng diduga sengaja memepetkan waktu pelaksanaan lelang iklan kampanye dan sosialisasi  Pilgub 2018 di  media cetak, online, radio dan televise dengan waktu pemasangan iklan. Tujuannya, anggara iklan yang mencapai lebih dari Rp 5 miliar bisa menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Pada rapat koordinasi dengan media Senin (28/5), KPU Jatengmenyampaikan bahwa iklan kampanye dan sosialisasi harus ditayangkan di media selama 14 hari kalender. Pemasangan mulai tanggal 10-23 Juni 2018 dan harus dilakukan secara berturut-turut.

Namun, lelang ternyata baru dilakukan tanggal 31 Mei 2018. Jarak antara waktu lelang dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan iklan dan sosialisasi di media sangat pendek sekali, hanya 10 hari. KPU pun menggunakan lelang cepat. Kalau gagal lelang, dipergunakan penunjukkan langsung.

Pendeknya jarak waktu lelang dengan pelaksanaan pekerjaan ini sangat ironis sekali. Apalagi tahapan Pilgub Jateng 2018 sudah diketahui sejak jauh-jauh hari. Ada apa dengan KPU Jateng?.

Ketua Pokja II Unit Layanan Pengadaan (ULP) KPU Jateng, Suryanto ketika dikonfirmasi menyatakan tidak tahu banyak. Sebab dirinya hanya staf.

Namun ia membenarkan bahwa lelang dilaksanakan tanggal 31 Mei 2018. “Saya melaksanakan lelang 31 Mei sesuai surat tugas. Setahu saya itu bersamaan dengan waktu pembuatan materi iklan dari pasangan calon,”ungkapnya, Minggu (10/6).

Sementara itu Ketua KPU Jateng Joko Purnomo membantah kalau lelang iklan kampanye dan sosialisasi di media massa sengaja dipepetkan. Menurutnya, bagian pengadaan sudah berhitung waktu untuk pengadaan.

“Kalau dibilang sengaja dipepetkan itu tidak benar. Terkait surat tugas tergantung dari kesiapan dan ketersediaan bahan dan materi yang akan dilelang,”jelasnya, Senin (11/6).

Menurutnya, untuk pengadaan langsung mekanismenya juga tidak mudah dan sangat panjang. “Pengadaan bisa dilakukan kalau spesifikasi dan barang yang dilelang sudah ada. Dalam konteks kampanye, KPU hanya memfasilitasi sedangkan bahan yang memproduksi pasangan calon.

Diberitakan sebelumnya, Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng untuk menggelar Pilgub Jateng 2018 patut dipertanyakan. Setelah beberapa waktu lalu bermasalah dengan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak segera dipasang, KPU kembali gagal lelang iklan kampanye dan sosialisasi di media cetak.

Kegagalan lelang iklan kampanye di media cetak yang anggarannya mencapai Rp 1,4 miliar itu diungkpakan langsung Ketua Pokja II Unit Layanan Pengadaan (ULP) KPU Jateng, Suryanto. “Kita gagal lelang untuk iklan kampanye dan sosialisasi Pilgub Jateng di media cetak,”ungkap Suryanto saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (9/6).

Menyikapi kegagalan tersebut, menurut Suryanto pihaknya sudah mengumpulkan 5 media cetak di kantornya untuk dipasangi iklan kampanye dan sosialisasi Pilgub Jateng 2018.

Sehingga meski gagal lelang iklan kampanye dan sosialisasi di media cetak tersebut dipastikan akan tetap tayang sesuai jadwal tanggal 10-23 Juni 2018. Karena menggunakan sistem penunjukan langsung.

Menariknya, penunjukan langsung yang dilakukan diduga syarat dengan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Disampaikan dengan gamblang oleh Suryanto, pentuan media cetak yang digunakan adalah berdasarkan kedekatan pimpinan KPU Jateng.

 “Penentuan media cetak yang digunakan (pemasangan iklan kampanye dan sosialisasi, red) adalah kedekatan pimpinan KPU,”tegas Suryanto tanpa menjelaskan siapa pimpinan KPU yang dimaksud.

Karuan saja, penjelasan Suryanto itu sangat mengejutkan sekali. Pasalnya, apa yang disampaikan tidak sesuai dengan penjelasan saat rapat koordinasi dengan media di kantor KPU Jateng pada tanggal 28 Mei 2018. Selain Suryanto hadir juga Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Jateng, Diana Ariyanti.

Suryanto saat itu menyampaikan anggaran iklan kampaye dan sosialisasi Pilgub Jateng 2018 untuk media cetak total Rp 1,4miliar. Asumsinya untuk 4 pasangan cagub/cawagub.

Karena di Pilgub Jateng hanya ada 2 pasangan calon, anggaran yang akan digunakan untuk media cetak hanya Rp 700 juta. Anggaran sebesar itu untuk 13 media cetak. Penayangannya selama 14 hari, mulai tanggal 10-23 Juni 2018. “Sesuai dengan rencana kerja anggaran (RKA) harus tayang 14 hari tanpa hendi,”kata Suryanto saat itu.

Pertanyaannya, kalau awalnya Suryanto menyampaikan anggaran itu untuk 13 media, tapi sekarang hanya untuk 5 media. Ada apa ini? Apakah benar yang disampaikan Suryanto dasarnya adalah media yang dekat dengan pimpinan KPU?.(udi)

BERBAGI