Beranda Nasional Imam Suroso Imbau RSUD Pantau Pasien Difteri Pasca Perawatan

Imam Suroso Imbau RSUD Pantau Pasien Difteri Pasca Perawatan

BERBAGI
H Imam Suroso (kanan) anggota Komisi IX DPR RI menerima cinderamata dari Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso seusai pemaparan penanganan wabah difteri di Surabaya, Selasa (16/1).

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG- Kejadian Luar Biasa (KLB) Epidemik Difteri yang terjadi hampir di seluruh Provinsi di Indonesia, mendapat perhatian serius dari Komisi IX DPR RI. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) KLB difteri terparah terjadi di Provinsi Jawa Timur. Disusul KLB difteri di Jabodetabek, dan Tangerang Banten.

Data Kemenkes menunjukkan secara keseluruhan terdapat 622 kasus, bahkan 32 di antaranya meninggal dunia. Kejadian sebanyak itu didominasi di Jawa Timur dengan jumlah 460 penderita, dan 14 penderita diantaranya meninggal dunia.

Hal itu yang dijadikan fokus perhatian Komisi IX DPR RI dengan melakukan kunjungan kerja didampingi Kemenkes RI ke Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/1) kemarin. Anggota Komisi IX DPR berjumlah sekitar 20 orang bersama Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K).

Anggota Komisi IX DPR, H, Imam Suroso, SH, S.Sos, MM mengatakan kunjungan spesifik ke Jawa Timur ini, karena jumlah penderita epidemik difteri di provinsi paling banyak dan segera membutuhkan penanganan. Pemerintah setempat diminta segera melakukan peringatan kewaspadaan agar penyebaran penyakit difteri dapat diminimalisir.

“Kejadian ini menjadi keprihatinan kita semua. Menjadi tanggungjawab kita untuk segera mencarikan solusi dan melakukan penanganan sampai tuntas. Kemenkes selalu kita dorong untuk melakukan penanganan secepatnya,” ujar legislator dari Fraksi  PDIP ini saat dihubungi Jateng Pos, Selasa (16/1) kemarin.

Imam Suroso menyebutkan, upaya tindak cepat yang dilakukan pemerintah juga menjadikan masyarakat tidak panik dan semakin berhati-hati terhadap penyebaran wabah difteri. Penyebaran selama ini tidak hanya meresahkan masyarakat dalam negeri namun juga pendatang dari luar negeri  turut merasa khawatir.

“Jangan sampai wabah ini sampai menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat luar negeri, sehingga pendatang terutama pada turis asing tidak mau datang ke Indonesia. Hal ini tidak hanya akan berpengaruh pada dunia pariwisata namun juga dunia investasi yang bersumber investor luar,” urai politisi asli Pati, Jawa Tengah ini.

Anggota Komisi IX DPR RI H Imam Suroso dalam kunjungan kerja terkait penanganan difteri di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/1).

Imam Suroso bersama anggota Komisi IX DPR lainnya, makin intens memberi perhatian terhadap penanganan difteri. Seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diimbau untuk memberikan pelayanan hingga tuntas kepada penderita. Begitu juga ketika pasien dinyatakan sembuh dalam kurun waktu tertentu tetap harus dipantau untuk mengetahui penyakitnya tidak kambuh lagi.

Selain itu memberikan pemahaman bahaya difteri kepada masyarakat luas melalui penyuluh kesehatan maupun tenaga medis di masing-masing puskesmas.

Disebutkan, dalam kesempatan kunjungan Dirjen Yankes dr. Bambang Wibowo memberikan pemaparan penanganan tanggap dan cepat wabah difteri dihadapan ratusan peserta yang kebanyakan kalangan medis.

Diantara yang dihadir adalah Dirjen Pelayanan Kesehatan (Yankes), dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K),  Dirut RSUD Dr. Soetomo. dr. Harsono, Kepala Puskesmas seluruh Jawa Timur, dan perwakilan dari BPJS.

“Kami mengimbau semua anak Indonesia wajib mendapatkan semua vaksinasi, terutama vaksin difteri. Pemenuhan vaksinasi itu juga sejalan dengan Undang-undang (UU) Perlindungan Anak, yang mewajibkan anak-anak harus mendapatkan vaksin komplit yakni BCG dan pelarut BCG, vaksin Pentabio (DTTP, HB-HIB) dan vaksin TT,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Jawa Tengah yakni Pati, Grobogan, Rembang, dan Blora ini.  (muz/biz)