Beranda Jateng Imam Suroso: Jaga Persatuan, Jangan Mudah Diadu Domba

Imam Suroso: Jaga Persatuan, Jangan Mudah Diadu Domba

33
BERBAGI
Anggota DPR RI Komisi IX H Imam Suroso, SH, S.Sos, MM menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada para peserta di RM Sapto Renggo Baru Pati, Sabtu (16/2) pekan kemarin. FOTO:ABDUL MUIZ/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. PATI-  Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI harus dijunjung tinggi dan ditindaklanjuti sebagai perilaku bangsa Indonesia yang berbudaya dan beragama. Rasa kebangsaan itu harus selalu tertanam dalam kehidupan masyarakat agar tetap terwujud rasa persatuan dan kesatuan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi IX H Imam Suroso, SH, S.Sos, MM saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Rumah Makan (RM) Sapto Renggo Baru (SRB) Jl. Raya Kudus – Pati KM.4, Badegan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu (16/2) pekan kemarin.

Anggota Fraksi PDIP dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III yakni Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora ini mengatakan, bahwa rasa persatuan dan kesatuan harus terwujud dalam masyarakat agar antarmasyarakat tidak mudah diadu-domba oleh orang-orang maupun kelompok tertentu yang punya kepentingan.

Politisi kelahiran Pati ini mengingatkan kembali pada sejarah bangsa Indonesia yang dijajah Belanda lama sekali karena masyarakat pada saat itu mudah sekali diadu-domba. Keadaan demikian tentu membuat miris karena bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku dan agama.

”Sejarah zaman penjajahan dulu mesti menjadi pelajaran bersama. Ini supaya kita tak mudah diadu domba lagi. Contoh nyata kini ada di belahan bumi Timur Tengah sana, banyak terjadi peperangan sebab diadu-domba. Seperti Negara Suriah yang terus bergolak. Kita jangan seperti itu, bangsa ini jangan sampai hancur, karena itu perlu berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan tersebut,” jelas Imam Suroso dalam acara yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin.

Menurutnya, sosialisasi empat pilar kebangsaan tidak sekedar untuk pemahaman namun harus dijadikan pedoman perilaku sehari-hari semua lapisan masyarakat. Karena itu dalam kesempatan ini Imam Suroso membagikan kepada para peserta buku empat pilar secara lengkap. Nantinya bisa dipelajari dan ditularkan kepada masyarakat di lingkungannya.

Buku pintar tentang empat pilar tersebut cukup mudah dimengerti oleh anak-anak usia SD, sehingga bisa turut membaca dan mempelajarinya. Orangtua bisa turut mendampingi dan menjelaskan jika ada masalah yang tidak dipahami anak-anak.

”Pada intinya kita nanti kembali ke sila ketiga Pancasila. Persatuan Indonesia. Dengan persatuan hidup damai, aman, dan juga sejahtera. Itu yang sudah pasti diharapkan masyarakat,” imbuh dia.

Pada kesempatan penjelasan lain, Imam Suroso menyampaikan bahwa pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang akan kembali mencalonkan sebagai anggota DPR RI. Ia berharap nantinya bisa kembali bertugas di Komisi IX DPR RI yang bidang tugasnya lebih banyak untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Harapannya itu sekaligus memenuhi keinginan masyarakat. Sebagaimana saat peserta ditanya, apakah mereka tetap menghendaki pencalonannya? Peserta pun serentak menyatakan siap mendukungnya. Peserta juga meminta agar ia kembali bertugas Komisi IX.

Dalam kesempatan itu Imam Suroso juga menyampaikan agar masyarakat turut berpartisipasi mengikuti coblosan Pilkada serentak pada Juli mendatang. Ia menyatakan mendapat tugas dari PDIP yang mengusung pasangan calon Ganjar Pranowo-Yasin. (biz/muz)