Beranda Nasional Imam Suroso Minta Kemenkes Segera Tuntaskan Wabah Difteri

Imam Suroso Minta Kemenkes Segera Tuntaskan Wabah Difteri

BERBAGI
H Imam Suroso, SH, S.Sos, MM

JATENGPOS.CO.ID. SEMARANG-  Penyebaran wabah difteri yang semakin meluas di Indonesia membutuhkan penanganan yang cepat dan tuntas. Pemerintah telah menyebut wabah tersebut sebagai kejadian Luar Biasa (KLB) karena telah menyebar begitu cepat di 169 kabupaten/kota di 29 Provinsi. Bagaimana upaya pemerintah untuk mengatasinya?

Difteri yang disebabkan bakteri Corynebacterium ini sangat berbahaya dan mematikan. Bakteri ini menghasilkan racun yang merusak dan membunuh jaringan dalam tubuh, terutama selaput lendir tenggorokan dan hidung. Penyebarannya bisa melalui partikel udara saat batuk atau bersin, serta dari kontak kulit dengan barang-barang pribadi yang terkontaminasi.

Karena itu jika menyentuh luka yang terinfeksi bakteri penyebabnya maka dapat membuat Anda terekspos penyakit ini. Sungguh berbahaya dan mudah sekali menular. Tercatat hingga awal tahun ini, korban meninggal akibat difteri telah bertambah menjadi 38 orang, sedangkan korban yang dirawat sebanyak 600 pasien.

Anggota Komisi IX DPR RI H Imam Suroso, SH, S.Sos, MM mengatakan, Komisi IX DPR telah mengagendakan persidangan untuk membahas penuntasan KLB difteri yang kini semakin meluas. Dalam rapat kerja yang akan diadakan pekan ini DPR akan mengundang Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Wabah difteri sudah merambah hampir di semua propinsi di Indonesia. Di pulau Jawa dari data Kemenkes telah terjadi 474 kasus dengan jumlah kematian 26 orang, diantara korban ada yang berasal dari Jawa Tengah. Ini yang membuat kita turut prihatin. Bahkan, data terakhir di kota besar Jakarta telah terjadi 107 kasus difteri,” papar Imam Suroso saat dihubungi Jateng Pos dari Semarang, Minggu (7/1) kemarin.

Mengingat begitu cepat penyebaran dan begitu cepat proses yang menyebabkan korbannya meninggal, menurut Imam Suroso, Komisi IX akan fokus untuk menuntaskan wabah ini. Upaya dilakukan dengan meminta Kemenkes melakukan penanganan secepatnya guna penuntasan KLB. Pihaknya akan terus memotivasi dan berkoordinasi dengan Kemenkes.

“Kita terus memotivasi Bu Menteri Kesehatan (Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek SpM (K)) untuk menuntaskan difteri hingga memberi rasa nyaman masyarakat, tidak ketakutan lagi terkena bahaya difteri. Stimulan berupa anggaran tambahan juga akan kita bahas dalam rapat, kita berharap KLB difteri segera dapat tuntas,” papar politisi dari Fraksi PDIP ini.

Upaya lain, lanjut Imam Suroso, Komisi IX telah mengagendakan untuk melakukan pengawasan ke berbagai daerah yang terjangkit virus difteri. Pemerintah dan Dinas Kesehatan setempat akan dimintai keterangan. Dengan demikian dapat diketahui secara seksama kasus yang menjadi penyebab di suatu daerah.

Sekaligus akan mengecek kesiapan pelayanan kesehatan terutama puskemas yang ada di daerah-daerah pelosok yang rawan terjangkit.  Begitu juga dengan tenaga medis dalam melakukan sosialisasi pencegahan difteri maupun saat menangani korban difteri.

“Kunjungan kerja secara menyeluruh akan diadakan setelah anggota DPR melakukan kegiatan reses. Saat ini kita utamakan daerah tertentu yang telah terjadi KLB untuk segera mendapat perhatian khusus,” jelasnya.

Selain itu, Komisi IX  juga meminta Kemenkes agar program Outbreak Response Immunization (ORI) khusus penyakit difteri segera berjalan di seluruh daerah khususnya daerah KLB. Program ini sangat menunjang penuntasan virus difteri sedini mungkin.

Sementara itu, terkait upaya pencegahan difteri khususnya, Imam Suroso pada Sabtu tanggal 30 Desember 2017 lalu meresmikan Taman Bahagia Roso Asih di Kampung Saliyan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Kota Pati.

“Kehadiran taman ini sebagai upaya untuk menyehatkan warga yang menjadi salah satu bagian dari pencegahan timbulnya penyakit secara preventif. Cukup strategis kehadiran taman ini di saat wabah difteri semakin meluas,” ujar wakil rakyat asal Dapil III Jawa Tengah yakni Pati, Grobogan, Rembang, dan Blora ini. (muz)

BERBAGI