Beranda Nasional Imawan: Anak Zaman Now Hadapi Ancaman “Destruction”

Imawan: Anak Zaman Now Hadapi Ancaman “Destruction”

BERBAGI

BOJONEGORO–Di era “zaman now”, ancaman yang bersifat mengganggu (destruction) sangat menghantaui segala kehidupan. Lebih lebih dalam dunia usaha.

Karena itu, anak muda yang hidup di zaman now harus sadar akan ancaman itu supaya bisa selalu menang dalam persaingan.

Hal itu disampakan Imawan Mashuri, praktisi media dan digital saat menjadi pembicara dalam seminar “6 thn Call For Essay and Seminar” di pendopo Pemkab Bojonegoro Jawa Timur, Sabtu (13/1/2018).

Mantan ketua Asosiasi TV Lokal Indonesia itu menjelaskan, destruction itu akan ada dimana-mana sehingga siapapun harus mengenali dan tidak boleh lengah. Sehingga bisa mengantisipasi supaya tidak dilibas dan akhirnya kalah.

“Zaman now ini ada potensi pengganggu  yang disebut destruction. Anak milenial dengan produk digitalnya tidak boleh lengah. Anda harus terus antisipasi dengan inovasi inovasi digital lainya supaya selalu menang dalam tren,”katanya, di seminar yang digelar Airlangga Bojonegoro Community (ABC) itu.

Dia tambahkan, dalam dunia usaha sifat destruction ini adalah ancaman yang polanya selalu berubah sangat cepat. Karena itu dalam marketing pun pasti berubah. Dulu jualan bisa dengan cara A belum tentu zaman now. Maka marketing yang tidak mengikuti era yang berubah akan tergilas distruction tersebut.

“Contoh korban destruction adalah rontoknya gerai Seven Eleven, Nokia dan Black Berry,”tambah mantan Dirut JTV, yang jadi pembicara mewakili bos Jawa Pos, Dahlan Iskan itu.

Maka saat kejatuhanya, menurut Imawan, bos Black Berry bertanya kepada dunia, apa salah saya kok bangkrut? Dia merasa tidak ada yang salah dalam usahanya karena tidak tahu andanya destruction. Tahu-tahu usahanya tergilas oleh destruction bernama facebook dan Watshap yang berbasis android.

Dalam era digital siapapun harus berada di dalam trend supaya menguasai destruction dan tidak dilibas oleh destruction. “Media media besar jatuh dan digantikan digital. Maka anak zaman now harus bisa taklukkan digital,”imbuh Arema (Arek Malang), yang mempresentasikan materi “New Journalism di Zaman Now”itu.

Dia yang belakangan banyak blusukan ke kampus itu menyarankan, anak-anak kampus zaman now harus segera action untuk mengisi dunia digital. “Anak kampus boleh tidak pintar digital. Tetapi harus bisa nulis dan ngomong. Dengan menulis Anda akan mencari data untuk ditulis, karena tahu data Anda akan pintar. Tidak bisa nulis tapi harus bisa ngomong. Karna omongan Anda akan bisa di
gunakan untuk mengisi digital,”pungkasnya. (jan)