Beranda Utama Indikator Kemiskinan Perlu Ditinjau Ulang

Indikator Kemiskinan Perlu Ditinjau Ulang

BERBAGI
Denty saat hadir dalam Musrenbangwil se-eks Karesidenan Kedu di Sasana Adipura Wonosobo, Selasa (13/3). Foto : dokumentasi DPD RI

JATENGPOS.CO.ID, WONOSOBO – Prioritas kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan diimplementasikan dengan pembangunan yang mengarah pada pengurangan kemiskinan dan penurunan disparitas wilayah.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi memandang perlunya peninjauan kembali indikator standar kemiskinan masyarakat. Dia khawatir apabila standar tersebut saat ini sangat rendah.

“Manakala tidak valid, sasaran program yang menyasar dalam pengentasan kemiskinan tidak akan tercapai,’’ ujarnya di sela mengikuti Musrenbangwil se-eks Karesidenan Kedu di Sasana Adipura Wonosobo, Selasa (13/3).

Denty hadir bersama para pejabat Pemprov Jateng. Hadir dalam acara tersebut Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jateng.

Menurut Denty, diperlukan implementasi program melalui perencanaan yang berbasis holistik, tematis dan terintegritas. Melalui pendekatan tersebut, program yang direncanakan akan terealisasi dengan baik.

“Kami juga mendorong partisipasi semua pihak, dari perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan sehingga kualitas hasilnya bisa terukur,’’ kata Denty.

Menurutnya, indeks pembangunan manusia di Jateng rata-rat abelum mencapai angka signifikan. Hal itu dikarenakan masih banyaknya kemiskinan, pendidikan yang rendah, kekurangan gizi pada anak, dan kurangnya daya beli masyarakat.

“Sangat penting untuk membangun SDM melalui berbagai aspek,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Denty juga menyoroti pentingnya pembangunan fisik, antara lain jembatan dan fasilitas umum yang berhubungan dengan program manusia itu sendiri. “Pembangunan jalan bisa dimanfaatkan utuk sarana transportasi hasil pertanian,’’ katanya.

Simbiosis itu bisa dilaksanakan secara simultan sebagai bentuk hasil pembangunan yang bisa dimanfaatkan dan berkelanjutan.

Seperti pembangunan gedung juga untuk dimanfaatkan sbg tmpat pengolahan UKM. Bersimbios dg pembangunan manusia itu sendiri dr berbagai aspek dan berkelanjutan. Untuk menanggulangi kemiskinan diperhatikan juga untuk prioritas program perluasan lapangan kerja di berbagai sektor.

“Juga penting memperhatikan moralitas dan spiritual manusia melalui pendidikan formal maupun non formal,’’ pungkasnya.(biz/drh)

BERBAGI