Beranda Jateng INDONESIA SATU dan Sanggar Sekar Jagad Gelar Kongres Pemuda Penggerak Budaya dan...

INDONESIA SATU dan Sanggar Sekar Jagad Gelar Kongres Pemuda Penggerak Budaya dan Ekonomi Desa

32
Ketua Panitia Pelaksana Kongres Pemuda Desa Bakalan Yoyok Eko.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi seni budaya yang besar. Bahkan, sentra budaya Jawa ada di wilayah Sukoharjo, seperti pembuatan gamelan, wayang kulit dan batik.

Untuk menguatkan potensi tersebut, sejumlah penggerak dan pegiat seni INDONESIA SATU-Sanggar Seni Sekar Jagad, mencoba mengajak pemuda terlibat menjadi penggerak budaya. Dengan menggelar Kongres Pemuda Penggerak Budaya dan Ekonomi Desa, sebagai penguatan budaya dan ekonomi desa Bakalan, dengan semangat Menuju Desa Mandiri Berbudaya.

“Tiap desa di Sukoharjo memiliki potensi budaya, baik itu kuliner, kesenian, musik, tari maupun kerajinan, potensi itu harus bisa berkesinambungan hingga mampu memberi manfaat ekonomi. Dalam hal ini peran generasi muda sangat kuat,” ungkap Joko Ngadimin, ketua INDONESIA SATU, juga pengampu Sanggar Seni Sekar Jagad, Sukoharjo,  Rabu (16/9).

Kongres Pemuda Penggerak Budaya dan Ekonomi Desa, digelar di Pendopo Sanggar Seni Sekar Jagad, di dukuh Kotakan RT 4/6 Desa Bakalan Kecamatan Polokarto Sukoharjo, pukul 09.00 wib, Sabtu 19 September 2020.

Yoyok Eko, panitia pelaksana kongres pemuda Desa Bakalan, menjelaskan lebih lanjut, bentuk kegiatan dalam acara ini adalah pertemuan para pemuda penggerak budaya desa, serta para kader pemuda peduli seni budaya yang berasal dari organisasi kepemudaan, organisasi seni budaya, karang taruna desa, ormas pemuda di Kabupaten Sukoharjo.

Juga dihadiri oleh perwakilan pemuda dari kabupaten lain di Solo Raya, bahkan perwakilan pemuda dari luar pulau Jawa karena acara ini adalah acara perdana di Indonesia dan berkesinambungan yang diawali di Kabupaten Sukoharjo yaitu Desa Bakalan Kecamatan Polokarto.

“Tujuan kami di antaranya membangun kader-kader pemuda penggerak kebudayaan desa. Membangun kesadaran bersama bagi para pemuda untuk peduli pada budaya lokal dan kearifan budaya desa.” Tandas Yoyok.

Sekaligus menggali potensi budaya desa menuju elan vital ekonomi, estetika, dan kepribadian bangsa dan membangun kembali budaya guyub rukun, gotong royong, dan persatuan desa. Dengan misi utama menciptakan Desa Mandiri Berbudaya. (dea/bis/rit)