Beranda Pilkada Serentak 2018 Infrastruktur Jadi PR Cagub Jateng 2018

Infrastruktur Jadi PR Cagub Jateng 2018

Butuh Pemimpin Konsisten

BERBAGI
JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sektor infrastruktur dan pembangunan manusia dianggap masih menjadi problem utama di Jateng. Kedua bakal cagub yang bersaing di Pilgub Jateng, Sudirman-Ida dan Ganjar-Yasin diharapkan dapat mengatasi pekerjaan rumah (PR) Jateng ini.

“Semua orang sama-sama tahu apa yang menjadi problem utama Jawa Tengah, yaitu mulai dari infrastruktur dan pembangunan manusia,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahmad Norma Permata, Senin (15/1).

Selain pembangunan manusia yang meliputi pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, sektor investasi dan koordinasi antar wilayah juga memerlukan perhatian. Berbagai persoalan ini, kata Ahmad, diprediksi akan dirumuskan di dalam program kedua paslon.

“Menurut saya substansi program keduanya tidak akan banyak berbeda. Kalaupun ada perbedaan itu lebih kepada rumusan ataupun urutan sesuai dengan narasi yang ditujukan kepada target pemilih yang dimaksud,” ungkapnya.

Walaupun akan menyasar program yang tidak begitu berbeda, lanjut Ahmad, Ganjar selaku petahana lebih diuntungkan di Pilgub Jateng. Sebab, dia bakal lebih gampang menjabarkan prestasi yang dicapainya selama memimpin Jateng lima tahun terakhir.

“Ganjar akan menekankan prestasi dan capaian yang sudah diraih terutama yang sudah mendapatkan pengakuan dari pihak luar seperti reformasi birokrasi tanggap bencana dan lain-lain,” jelasnya.

“Sementara Sudirman Said sebagai contender atau penantang akan menggarisbawahi hal-hal yang belum maksimal dicapai seperti infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan juga koordinasi antar wilayah,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan kondisi seperti ini yang dibutuhkan rakyat Jateng adalah pemimpin yang konsisten mendorong isu-isu prioritas. Dengan begitu, diharapkan walikota dan bupati di Jateng masing-masing akan menunjukkan kinerja yang maksimal di wilayahnya.

“Karena sebenarnya fungsi gubernur bukanlah eksekutor langsung dari pembangunan melainkan sebagai koordinator dan perpanjangan tangan pemerintah pusat,” jabarnya.

Sementara menanggapi sosok Sudirman dan Ganjar selaku cagub di Jateng, Ahmad berpendapat kedua tokoh ini sama-sama berkualitas. Dia memperkirakan peta persaingan di Pilgub Jateng nantinya akan berlangsung ketat.

“Keduanya (paslon) memiliki banyak kelebihan yang kira-kira setara. Ganjar Pranowo sosok yang cukup populer di masyarakat, punya kredibilitas di mata publik dan punya kemampuan komunikasi yang sangat baik,” tandasnya.

“Sementara Sudirman Said juga tokoh yang punya kaliber, pernah aktif dalam gerakan masyarakat sipil terutama gerakan anti korupsi, pernah menjadi menteri dan sempat populer sebagai tokoh yang berintegritas dalam kasus ‘papa minta saham’,” tambahnya.

Jika persaingan antar cagub dianggap seimbang, maka berbeda dengan cawagub kedua paslon. Sebab antara Ida Fauziyah dengan Taj Yasin sama-sama memiliki basis massa tersendiri di Jateng.

“Taj Yasin yang memiliki basis Pantura dan Ida Fauziyah yang berbasis masyarakat Kedu. Kemungkinan Sudirman akan mengeksploitasi isu kesenjangan antara wilayah Pantura dengan wilayah Kedu,” pungkasnya.(dot/udi)

BERBAGI