Beranda Jateng Isu Tembakau Jadi ‘Jualan Kecap’ Cabup Temanggung

Isu Tembakau Jadi ‘Jualan Kecap’ Cabup Temanggung

BERBAGI
Petani Tembaku (Pemkab Temanggung)

JATENGPOS.CO.ID, TEMANGGUNG – Masalah pertembakauan masih menjadi isu menarik dalam debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati Temanggung tahun 2018 di Gedung Graha Bhumi Phala Temanggung, Sabtu (5/5).

Dalam sesi tanya jawab antarpasangan calon maupun penajaman visi misi dari para panelis, masing-masing pasangan calon ingin mengembangkan tanaman tembakau untuk menyejahterakan masyarakat.

Kabupaten Temanggung merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Jawa Tengah dan selama ini tembakau menjadi tumpuan perekonomian sebagain besar petani di kawasan Gunung Sumbing, Sindoro, dan Gunung Prahu ini.

Calon bupati nomor urut 1 Bambang Sukarno menuturkan selama ini beredar kabar bahwa harga tembakau Temanggung jatuh karena bupati.

“Perlu kami luruskan bahwa tinggi rendahnya harga tembakau tergantung oleh kualitas tembakau dan hal ini sangat berkaitan dengan cuaca atau iklim,” katanya.

Ia menuturkan untuk menjaga kualitas tembakau Temanggung, petani harus menjaga kemurnian tembakau, yakni budi daya tembakau varietas kemloko yang merupakan jenis lokal dan yang diminati pabrikan.

Cabup nomor urut 2 Haryo Dewandono menyampaikan tembakau selama ini menjadi penghidupan petani Temanggung, namun akhir-akhir ini petani ada sedikit kendala untuk mendapatkan pupuk.

Ia mengatakan akan menfasilitasi supaya petani mudah mendapatkan pupuk dan petani juga perlu mulai lebih banyak memanfaatkan pupuk organik.

“Selama ini ketergantungan petani pada pupuk anorganik cukup tinggi, maka perlahan-lahan harus beralih ke pupuk organik,” katanya.

Cabup nomor urut 3 M. Al Khadziq dalam pemaparan visi misinya juga menyampaikan bahwa di bidang pertanian tetap akan mengembangkan tanaman tembakau.

Ia menuturkan untuk melindungi tembakau lokal maka tembakau impor harus dihentikan. (hfd/ant)

BERBAGI