Beranda Hukum & Kriminal Iwan Memastikan Masa Depan Keluarga Almarhum Eko Terjamin

Iwan Memastikan Masa Depan Keluarga Almarhum Eko Terjamin

133
BERBAGI
Suharto ayah almarhum Eko Prasetyo berpelukan dengan Iwan, terdakwa kasus kecelakaan yang menewaskan anaknya, Eko Prasetyo. Foto: ade ujianingsih/jatengpos
Suharto ayah almarhum Eko Prasetyo berpelukan dengan Iwan, terdakwa kasus kecelakaan yang menewaskan anaknya, Eko Prasetyo. Foto: ade ujianingsih/jatengpos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Iwan Andranacus (IA), terdakwa kasus kecelakaan maut pada 22 Agustus 2018 lalu di dekat Mapolresta Solo, menegaskan ia menjamin masa depan bagi keluarga almarhum Eko Prasetyo. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, pihak IA sudah menyerahkan santunan awal kepada keluarga Eko Prasetyo.

“Pak Iwan bertanggung jawab penuh dan sudah menyerahkan santunan awal yang telah diterima oleh keluarga almarhum pak Eko pada bulan September lalu. Kami akan terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga almarhum,” ujar Kuasa Hukum IA, Joko Haryadi, usai sidang perdana kasus kecelakaan lalu lintas itu di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Selasa (6/11).

Menurut Joko, saat ini keluarga IA sedang melakukan pembicaraan terkait pemberian santunan lanjutan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan biaya hidup bagi Lia, istri almarhum dan putranya dapat terjamin sampai dewasa.

Joko mengungkapkan, komunikasi antara keluarga IA dengan keluarga almarhum Eko berlangsung sangat baik. Melalui tim kuasa hukumnya, keluarga IA juga telah menyampaikan secara rinci program santunan yang akan diberikan.

“Komunikasi terus kami lakukan agar keluarga ini dapat melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. Keluarga pak IA mendukung penuh semua upaya yang dilakukan bagi keluarga almarhum pak Eko,” ungkapnya.

Keakraban dan keikhlasan antara Iwan dengan keluarga korban juga ditunjukkan saat sidang digelar. Nampak ayah korban Eko memeluk terdakwa Iwan. Keduanya menyatakan saling meminta maaf dan memaafkan.

Terkait proses hukum, Joko menegaskan, bahwa peristiwa kecelakaan tersebut merupakan musibah bagi kedua keluarga. Tidak ada unsur kesengajaan ataupun perencanaan dalam peristiwa tersebut. Oleh karena itu, sudah semestinya proses hukum yang diterapkan dalam peradilan kasus ini menggunakan pasal kecelakaan lalu lintas.

“Pak IA dengan korban tidak pernah saling mengenal sebelumnya dan tidak punya hubungan apapun. Peristiwa kecelakaan itu sungguh disayangkan, karena juga menjadi beban yang sangat berat bagi pak IA dan musibah untuk keluarganya,” tegas Joko.

Joko melanjutkan, IA sangat menghargai dan menghormati proses hukum yang berjalan. Termasuk profesionalitas yang telah dijalankan oleh aparat penegak hukum dalam menangani masalah ini. Sebagai kepala keluarga dan seorang bapak, IA juga memahami dan merasakan beban yang dihadapi oleh ibu Lia dan putranya. Itu sebabnya, sejak peristiwa ini terjadi, IA terus berusaha untuk membangun komunikasi dengan keluarga korban. Hal ini dilakukan agar IA dapat membantu meringankan beban keluarga dan ikut menjamin masa depan putra almarhum.

“Sejak awal pak IA sudah berpesan bahwa proses hukum silahkan terus berjalan, tapi prioritas utama adalah mencari solusi bagi keluarga ibu Lia dan putranya. Beliau (IA) sangat terbuka dan berharap solusi bagi keluarga almarhum dapat tercapai secepatnya,” tandasnya. (dea)

BERBAGI