JATENGPOS.CO.ID, WONOSOBO – Jalur menuju kawasan dataran tinggi dieng tepatnya di Desa Tieng Kejajar  akan ditutup total selama empat hari mulai ( 13/11). Penutupan tersebut terkait dengan pengerjaan pengecoran plat dan balok jalan.

Pihak Polres Wonosobo menghimbau kepada pengguna jalan termasuk wisatawan yang hendak ke Dieng pada tanggal 13 hingga 17 Nopember 2017 untuk menggunakan angkutan umum. Hal itu menyusul adanya pengerjaan pengecoran jalan longsor di Sitieng Kejajar. Sebelumnya, jalur tersebut diberlakukan buka tutup menggunakan jembatan darurat.

“ Berdasarkan hasil rapat semua pemangku kepentingan  penutupan jalan tersebut sudah sesuai jadwal pembangunan. Untuk hari Senin hingga jumat besok, 13-17 Nopember 2017 akan dilakukan pengerjaan pengecoran plat dan balok jalan. Pada saat itu, jalan akan kami tutup total untuk kendaraan baik roda 2 maupun roda 4,” ungkap Kanit Dikyasa Satlantas Polres Wonosobo  Iptu Suriyanto

Disinggung mengenai kepadatan kendaraan yang dimungkinkan terjadi, Iptu Suriyanto menyampaikan pihaknya bersama pemangku kepentingan lain sudah mempertimbangkannya. Diharapkan pada saat hari Sabtu, jalan sudah normal dan tidak terjadi kemacetan pada saat weekend.

“Makanya kami memilih hari senin hingga jumat dimana jumlah pengunjung Dieng tidak begitu banyak. Untuk mengurangi terjadinya kepadatan selama kegiatan pengecoran, kami menghimbau kepada masyarakat yang hendak ke Dieng agar menggunakan angkutan umum,” jelanya.

Mengenai jadwal selanjutnya, Kanit Dikyasa menerangkan, bahwa pada bulan Desember 2017, jalan akan kembali ditutup untuk kepentingan pembongkaran jembatan sementara. “Pada tanggal 1 hingga 15 Desember 2017, rencananya jalur akan ditutup lagi untuk pembongkaran jembatan. Sehingga pada saat libur Natal dan Tahun Baru, jalur Dieng sudah sepenuhnya aman dan bisa dilewati dengan lancar,” katanya.

Sementara  itu, Camat Kejajar Iwan Widiyanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jalur tieng kejajar menuju kawasan dataran tinggi dieng, tepatnya setelah gardu pandang, akan dilakukan penutupan total selama lima hari. Penutupan tersebut terkait pengecoran jalan yang mengalami longsor tahun lalu.

“ sekarang tutup total, tidak ada buka buka tutup, roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Untuk pengguna jalan turun di terminal darurat kemudian melintas dengan jalan kaki dan meneruskan perjalan dan angkutan yang ada di di lokasi setempat,” katanya.

Sementara itu, bagi warga kejajar yang berada di sekitar kawasan dieng, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan semua pemerintahan desa agar mempersiapkan segala sesuatunya selama proses penutupan total dilakukan.

“ kita sudah lakukan koordinasi dengan semua pihak termasuk pemerintahan desa yang ada di sebelah utara desa stieng dalam menghadapi penutupan jalur tersebut,” ucapnnya.

Diakui bahwa penutupan jalur secara total akan memberikan dampak pada berbagai sektor, diantaranya ekonomi, sosial dan wisata. Namun pembanguan jalur tersebut juga tidak kalah penting untuk melancarkan akses di kemudian hari.(gus/mg8)