JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Juliari P Batubara mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing isu provokatif yang berpotensi marak menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

“Ingat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta? Pilkada yang kacau. Bukan karena calon yang diusung PDI Perjuangan kalah, tetapi provokasi isu berbau suku agama ras antargolongan yang luar biasa,” kata Ari, sapaan akrab Juliari di Semarang, Minggu.

Hal tersebut diungkapkan politikus PDI Perjuangan itu saat kegiatan reses atau serap aspirasi yang dilakukannya di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, yang menjadi resesnya yang ke-67 sejak menjabat legislatif.

Ari menjelaskan provokasi isu yang berbau SARA, terutama agama menjelang Pilkada DKI Jakarta ternyata berdampak luas memecah belah antarkomponen bangsa, padahal sebelumnya warga Jakarta tidak mempersoalkan perbedaan agama, suku, ras, dan sebagainya.

“Sekarang sudah mulai terkotak-kotak. Bahkan, ada temen saya yang hanya gara-gara beda pilihan sampai sekarang enggak mau ngomong sama saya,” kata legislator dari Dapil Jateng 1 yang membawahi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kendal itu.

Semestinya, kata anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, dan BUMN itu, perbedaan pendapat, pilihan, merupakan hal yang wajar, dan setelah pesta demokrasi usai kembali seperti sediakala.

Ia mengatakan potensi maraknya isu provokatif, terutama menyangkut SARA menjelang Pilgub Jateng 2018 harus diantisipasi seluruh pihak, sebab isu-isu semacam itu pasti dimainkan kembali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Buka mata dan telinga. Kalau sampai ada hal-hal seperti ini, baik kasat mata maupun laporan harus segera ditindaklanjuti. Permasalahan yang mumpung masih kecil diberesi dulu. Jangan sampai melebar kemana-mana, nanti bisa bikin kacau,” katanya.

Ari tidak menginginkan pergelaran pesta demokrasi warga Jateng pada tahun depan tercoreng dengan maraknya isu-isu provokatif sehingga warga Jateng, khususnya Semarang agar jangan sampai menjadi korban hasutan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Apa yang terjadi di Jakarta jangan sampai terjadi di Jateng, apalagi Semarang sebagai ibu kotanya. Pererat silaturahmi antarwarga. Lurah dan camat harus turun tangan untuk merangkul warga,” kata Ketua Panja Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) DPR RI itu.(jwn/udi/mg8)