Beranda Jateng Jasa Raharja Sukoharjo Serahkan Santunan Untuk Ahli Waris Ubaidillah Korban Lion Air

Jasa Raharja Sukoharjo Serahkan Santunan Untuk Ahli Waris Ubaidillah Korban Lion Air

213
BERBAGI
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, H.Totok Ery Sukamto menyerahkan bukti transfer santunan pada Petty Novita istri almagrum Ubaidillah, korban Lion Air yang dimakamkan di Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar. FOTO : ade ujianingsih/jatengpos
Kepala Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, H.Totok Ery Sukamto menyerahkan bukti transfer santunan pada Petty Novita istri almagrum Ubaidillah, korban Lion Air yang dimakamkan di Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar. FOTO : ade ujianingsih/jatengpos

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – PT Jasa Raharja Perwakilan Sukoharjo menyerahkan berkas dan bukti pembayaran santunan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris Ubaidillah Salabi, salah satu korban pesawat Lion Air JT 610.

Penyerahan berkas dilakukan Kamis (8/11) di rumah duka di Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, oleh Kepala Perwakilan Jasa Raharja Sukoharjo, H.Totok Ery Sukamto, langsung diterima Petty Novita istri Ubaidillah Salabi.

“Kami sampaikan duka untuk keluarga yang ditinggalkan, sekaligus kami menyerahkan berkas dan bukti pembayaran santunan Jasa Raharja sebesar Rp 50 juta. Uangnya sudah langsung masuk ke rekening ahli waris,” kata Totok Ery Sukamto, Kamis (8/11).

Almarhum Ubaidillah memang tercatat sebagai warga Bogor Jawa Barat, hingga pembayaran santunan Jasa Raharja ditransfer ke rekening ahli waris oleh Jasa Raharja Perwakilan Bogor. Kedatangan Totok Ery hanya untuk menyerahkan berkas dan bukti transfer.

Diketahui jenasah Ubaidillah Salabi, yang merupakan Kasubdit Inventarisasi Hutan pada Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK, tiba di rumah duka, Rabu (7/11) sore.

Jenasah langsung dikebumikan di Pemakaman Sasono Loyo Desa Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Nampak hadir dalam upacara pemakaman Bupati Karanganyar Juliyatmono, bersama sejumlah pejabat Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK). (dea/bis)