Beranda Semarang Java Loenpia Padukan Resep Warisan dan Market Milenial

Java Loenpia Padukan Resep Warisan dan Market Milenial

120
BERBAGI
RASA TERJAGA: Shella Audry, pemilik Java Loenpia, tengah menunjukan produk lunpia sebagai bisnis kulinernya. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.
RASA TERJAGA: Shella Audry, pemilik Java Loenpia, tengah menunjukan produk lunpia sebagai bisnis kulinernya. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Julukan Kota Lunpia, memang pantas diberikan untuk Kota Semarang. Terbukti, seiring perkembangan jaman yang semakin modern, lunpia sebagai menu kudapan khas Kota Semarang tak lekang digerus jaman.

Lunpia yang dikenal sebagai menu utama oleh-oleh pariwisata bidang kuliner, kenyataanya memang terus bermunculan dengan brand,  ragam dan cara penyajian serta kemasan yang kian modern, namun dengan cita rasa yang tetap terjaga.

Salah satunya adalah Java Loenpia, yang merupakan produk lima generasi lunpia legendaris Gang Lombok Semarang. Dengan racikan resep warisan keluarga serta konsep market milinial, kehadiran Java Loenpia sejak awal tahun 2016 mampu menarik perhatian masyarakat Semarang dan wisatawan yang datang ke Semarang.

Shella Audry pemilik brand Java Loenpia, mengungkapkan kehadiran Java Loenpia bisa diterima oleh masyarakat. Dan sukses bisnis kulinernya itu, Java Loenpia sudah mempunyai tiga outlet, yakni di Jalan dr Cipto, Simpang Lima dan Jalan Simongan area wisata relegi Sam Poo Kong.

“Bermula dengan ketertarikan saya untuk terus mengembangkan resep warisan keluarga dan melestarikan keberadaan lunpia. Saya mencoba untuk membuka outlet yang bernama Java Loenpia, nah dari situlah bisnis kuliner ini bisa tumbuh kembang dengan baik,”ujarnya, kepada Jateng Pos, di outlet ketiganya Jalan Simongan Sam Poo Kong Semarang, Kamis (29/11).

Cita rasa pakem lunpia khas Semarang dan konsep market milenial dengan tatanan bangunan outlet modern serta kemasan penyajian terkini, menjadi bagian dari konsistensi pengembangan bisnis kuliner khusus Lunpia yang disajikan oleh Java Loenpia.

“Kalau cita rasa tetap mengacu pada resep pakem keluarga yang menjadi identik, yakni Lunpia Gang Lombok Semarang. Market modern dengan tatanan outlet menarik yakni memanfaatkan box kontener yang kami padu dengan desain minimalis modern adalah salah satu konsep modern Java Loenpia,” jelasnya.

Tidak saja membeli lunpia untuk dibawa pulang, pelanggan dan pengunjung khususnya para wisatawan juga bisa kongkow sambil menikmati ragam varian lunpia diantaranya lunpia goreng dan basah dengan isi rebung (akar bambu muda), ayam dan udang, lengkap dengan saus khusus dan batang bawang merah muda.

Untuk para wisatawan juga bisa membawa pulang lunpia dengan kemasan vakum yang tahan untuk dua hingga tiga hari.

“Kemasan higienis dan menarik dengan metode vakum, adalah bagian dari market modern yang kami sajikan untuk pembeli khususnya yang diluar Kota Semarang,” pungkasnya.

Dengan harga mulai Rp. 13.000 – Rp. 16.000 /lunpia, tiga outlet Java Loenpia siap menjadi jujugan oleh-oleh pariwisata dan masyarakat yang ingin bersantai menikmati menu khas Semarang, bersama keluarga, teman atau sahabat. (ucl/bis/saf)

BERBAGI