Beranda Politik Jelang Pilkada, Sesepuh Boyolali Ajak Masyarakat Tetap Rukun dan Jaga Kondusivitas

Jelang Pilkada, Sesepuh Boyolali Ajak Masyarakat Tetap Rukun dan Jaga Kondusivitas

21
Sesepuh PDIP Boyolali, Seno Kusumoarjo. Foto : aji jarmaji/jateng pos

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Boyolali, kemungkinan besar akan melawan bumbung kosong. Artinya, hanya akan ada satu pasangan calon yakni pasangan Mohammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan.
Pasangan ini diusung oleh PDI Perjuangan, dan didukung lima partai politik lainnya, yaitu Partai Golkar, PKB, Gerindra, PPP dan Nasdem.

Sesepuh PDIP Boyolali, Seno Kusumoarjo, mengajak masyarakat Boyolali untuk berbondong-bondong memberikan hak suaranya dalam Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Meskipun Pilkada mendatang kemungkinan besar akan melawan kotak kosong.

Pihaknya optimis, pasangan calon yang diusung PDIP dan didukung 5 Parpol lainnya di Boyolali itu akan meraih kemenangan melawan bumbung kosong. Pihaknya menekankan kepada jajaran internal PDIP, parpol pendukung maupun yang tidak mendukung calon dari PDIP tersebut, untuk tetap menjaga wilayah Boyolali tetap aman dan kodusif.

“Yang penting itu justru sekarang saya menekankan, baik kepada teman-teman pendukung, khususnya jajaran PDIP dan partai-partai pendukung lainnya, juga disebelah sana mungkin teman-teman yang tidak mendukung dengan calon PDIP, ayolah kita selenggarakan Pilkada di Boyolali ini tetap dengan suasana rukun, tenang, kondusif. Dan yang lebih penting saling menjaga agar kegiatan Pilkada ini tidak memunculkan klaster-klaster penularan Covid-19 yang baru di Boyolali,” kata Seno Kusumoarjo, sesepuh masyarakat Boyolali, Senin (17/8).

Seno juga optimis tingkat kehadiran masyarakat dalam Pilkada mendatang di Boyolali akan tinggi. Meskipun jago tunggal, lawan bumbung kosong dan saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Tapi saya masih optimis, akan tinggi kehadirannya, saya menganggap ya, kalau bisa ya tembus 82 persen, tetapi 77 persen itu pasti,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPC PDIP Boyolali, S Paryanto, mengungkapkan telah merancang sejumlah strategi untuk memenangkan Pilkada 2020. Lebih dari itu juga untuk menggerakkan masyarakat, sehingga tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Boyolali akan tinggi.

“Tim-tim sudah kita siapkan, termasuk ada regu penggerak pemilih. Itu nanti yang akan mendorong warga datang ke TPS. Sehingga perolehan suara kita tidak hanya bicara signifikan, tapi yang paling penting tingkat kehadiran itu memang bisa lebih banyak targetnya dari tahun sebelumnya,” kata Paryanto.

Tim-tim tersebut, lanjut dia, telah terbentuk bahkan hingga tingkat RT. Bakal calon Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, menambahkan pihaknya bersama bakal calon Wakil Bupati, Wahyu Irawan, saat ini telah menyiapkan persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam pencalonan. Pendaftaran ke KPU rencananya akan dilakukan secara serentak pada 4 September 2020 mendatang. (aji/bis/rit)