Beranda Jateng Pantura Timur Jepara Pecahkan Rekor MURI Perempuan Mengukir Terbanyak

Jepara Pecahkan Rekor MURI Perempuan Mengukir Terbanyak

13

JATENGPOS.CO.ID, JEPARA — Sebanyak 507 perempuan di Jepara, Sabtu (27/4/2019) melakukan kegiatan mengukir bersama di Gedung Haji Jepara. Kegiatan ini memecahkan rekor MURI perempuan mengukir terbanyak.

Acara yang didukung oleh kader Nasdem Lestari Moerdijat ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-470 Kabupaten Jepara. Mereka mengikuti lomba mengukir khusus untuk kaum perempuan. Selanjutnya, oleh pihak panitia kegiatan ini didaftarkan ke MURI sebagai rekor baru.

Ketua Panitia Kegiatan, Maskur Zaenuri menyatakan, seni ukir adalah bagian dari budaya asyarakat Jepara. Bahkan keberadaannya sudah menjadi sebuah heritage yang sangat berharga.

Sehingga perlu ditingkatkan pengembangan seni ukir, sebagai heritage dan sekaligus kekayaan seni budaya di Jepara ini.

Lebih dari itu, seni ukir juga merupakan bagin penting bagi urat nadi perekonomian Jepara. Keberadaannya bahkan bisa disebut sebagai penopang kehidupan Jepara. Karena itu, berbagai cara harus dilakukan untuk tetap membuat hidup seni ukir ini.

“Termasuk kegiatan lomba ini. Tentu saja diarahkan agar seni ukir tetap terus hidup di masyarakat. Pada hari ini, kami targetkan ada 470 orang perempuan bisa melakukan kegiatan mengukir bersama,” ujar Maskur Zaenuri.

Sementara itu, Assisten III Sekda Jepara, Edy Sujatmiko menyatakan, Pemkab Jepara menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari mempertahankan budaya lokal Jepara.

Budaya daerah dan nasional memang harus dijaga keberadaannya.
Diingatkan, ada beberapa budaya Indonesia yang sempat diklaim oleh negara lain. Misalnya batik, reog dan lainnya. Untuk ukir yang sudah beratus tahun menjadi bagian dari Jepara, bahkan bisa saja hilang jika tidak dijaga dengan baik.

“Di Italia saat ini sudah ada sekelompok masyarakat yang juga bisa mengukir. Jadi jangan sampai ukir ini hilang di Jepara dan pindah ke Italia. Kita punya ukir, batik dan troso, harus kita jaga agar tetap terus hidup,” terangnya.

Perwakilan MURI, Ariani Seregar menyatakan, kegiatan mengukir oleh perempuan dengan jumlah terbanyak telah memenuhi syarat. Dari jumlah yang dihitung pihaknya, jumlah yang ikut dalam kegiatan ini mencapai 507 orang perempuan.

Rekor mengukir oleh perempuan terbanyak ini dicatat dalam Rekor MURI nomor 8.985. Rekor ini diterimakan kepada Pemkab Jepara.

“Sebelumnya Pemkab Jepara juga beberapa kali mencatatkan rekor di MURI. Di antaranya rekor mengamplas, mengukir dengan jumlah peserta terbanyak, rekor replika bus dan pembangunan pos kampling terbanyak,” terangnya. (fid)