Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Jigsaw Tingkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar IPA

Jigsaw Tingkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar IPA

83
Dra. ELLY SATITI SMP N 2 TOROH KAB.GROBOGAN
Dra. ELLY SATITI SMP N 2 TOROH KAB.GROBOGAN

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar IPA adalah rendahnya minat siswa, kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar dan rendahnya hasil belajar siswa. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa tersebut antara lain : a) Minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA rendah, b) Proses pelaksanaan pembelajaran kurang melibatkan siswa secara aktif, c) Dalam proses belajar mengajar kurang menggunakan media pembelajaran yang dapat merangsang minat siswa, dan d) Suasana pembelajaran kurang menyenangkan.

Melihat adanya permasalahan di atas, maka perlu dilakukan upaya pemecahan masalah, diantaranya dengan penerapan model pembelajaran Jigsaw dalam pembelajaran IPA. Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yang berarti “gergaji ukir”. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah puzzle, yaitu sebuah teka teki yang menyusun sebuah gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga mengambil cara bekerja gergaji (jigsaw), yaitu siswa melakukan kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.

Kondisi seperti tersebut terjadi pula di SMP Negeri 2 Toroh, Kabupaten Grobogan . Dimana nilai IPA pada ulangan harian maupun ulangan semesteran masih rendah dan belum sesuai harapan. Bila dipilah secara lebih teliti, ternyata nilai mata pelajaran IPA Fisika yang diperoleh siswa kelas IX lebih rendah dibanding nilai IPA Biologi. Artinya nilai Fisika selama ini menjadi beban bagi akumulasi nilai IPA itu sendiri.

Untuk meningkatkan hasil belajar IPA, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw. Ternyata setelah menggunakan model ini terjadi peningkatkan dalam berbagai aspek, diantaranya : 1) Minat siswa terhadap mata pelajaran IPA-Fisika dan pemahaman siswa terhadap konsep IPA-Fisika menjadi lebih tinggi sehingga dapat memotivasi siswa menjadi kreatif didalam proses pembelajaran; 2) Meningkatkan keaktifan dan kesiapan siswa di dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Fisika; 3) Meningkatkan nilai ulangan harian siswa dan ketuntasan belajar siswa baik secara individual maupun secara klasikal; 4) Meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan; 5) Meningkatkan suasana kelas menjadi lebih interaktif dan kondusif, tidak pasif dalam pembelajaran Fisika; dan 6) Memberikan pengaruh positif baik kepada siswa, kinerja guru dan suasana pembelajaran di dalam kelas.

Sudah seyogyanya bagi guru mata pelajaran IPA-Fisika untuk selalu berupaya dan menerapkan berbagai model dan metode pembelajaran yang bervariasi sehingga menjadikan IPA-Fisika sebagai pelajaran yang disenangi, mengasikkan, tidak membosankan dan juga tidak menakutkan bagi siswa.


Dra. ELLY SATITI
SMP N 2 TOROH KAB.GROBOGAN