Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Jigsaw Tingkatkan Pemahaman dalam Pengidentifikasian Fabel

Jigsaw Tingkatkan Pemahaman dalam Pengidentifikasian Fabel

244
Zulaichah, S.S. Guru Bahasa Indonesia SMP 3 Bae Kabupaten Kudus
Zulaichah, S.S. Guru Bahasa Indonesia SMP 3 Bae Kabupaten Kudus

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Selama ini pembelajaran membaca fabel di kelas VII masih menggunakan metode konvensional. Anak cenderung cepat bosan dan pasif karena mereka hanya disodori cerita untuk dibaca dalam waktu yang telah ditentukan kemudian bersama-sama dengan guru menganalisis unsur intrinsik fabel. Media berupa buku cerita yang digunakan sebagai sumber belajar terbatas hanya cerita fabel yang terdapat di buku paket dan LKS. Selain itu juga penerapan model jigsaw dalam pembelajaran belum pernah diterapkan. Hal itulah yang menyebabkan penulis  menggunakan model jigsaw untuk meningkatkan pemahaman dalam mengidentifikasi unsur intrinsik fabel.

Pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik fabel dengan model jigsaw, siswa akan dituntut aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Model jigsaw memberikan kesempatan kepada siswa mengemukakan pendapat mereka sehingga diharapkan dapat lebih menghayati dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Pada model jigsaw, siswa diharapkan menyeselesaikan perbedaan pendapat di antara siswa.

Pengidentifikasian unsur intrinsik fabel meliputi tema, tokoh, watak, latar/setting, sudut pandang pengarang, dan amanat. Dari ke-6 unsur intrinsik tersebut tiap kelas dibagi menjadi 6 kelompok ahli.  Pemaparan pendapat oleh siswa melalui kegiatan diskusi kelompok asal dengan kelompok ahli sehingga diharapkan pemecahan masalah menjelaskan mengidentifikasi informasi tentang fabel akan dapat terselesaikan.

Kelompok asal, yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Sementara itu, kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami unsur intrinsik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan unsur intrinsik untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Model kooperatif tipe Jigsaw adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran kooperatif di mana penerapannya siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok, tiap kelompok terdiri atas tim ahli sesuai dengan pertanyaan yang disiapkan guru maksimal enam pertanyaan sesuai dengan jumlah tim ahli. Model pembelajaran Jigsaw menghendaki siswa belajar melalui kelompok. Setiap anggota kelompok memahami dan mendalami sesuatu, kemudian digabung menjadi satu dengan anggota-anggota kelompok lain untuk memperoleh suatu pemahaman yang utuh.

Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok yang lain. Dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Para anggota dari tim-tim yang berbeda dengan unsur intrinsik yang sama bertemu untuk diskusi (tim ahli) saling membantu satu sama lain tentang pengidentifikasian unsur intrinsik yang ditugaskan kepada mereka. Kemudian, siswa tersebut kembali pada tim/kelompok asal untuk menjelaskan kepada anggota kelompok yang lain tentang hasil identifikasi unsur intrinsik yang telah dipelajari sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

Kelebihan pembelajaran  mengidentifikasi unsur intrinsik fabel  dengan model tim ahli (jigsaw) adalah dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain; siswa dapat menguasai pelajaran yang disampaikan; setiap anggota siswa berhak menjadi ahli dalam kelompoknya; dalam proses belajar mengajar siswa saling ketergantungan positif; setiap siswa dapat saling mengisi satu sama lain.

Zulaichah, S.S.

Guru Bahasa Indonesia SMP 3 Bae

Kabupaten Kudus