Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Jurus Jitu Memupuk Percaya Diri Siswa

Jurus Jitu Memupuk Percaya Diri Siswa

23
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, – Pernahkah anda mengalami krisis kepercayaan diri atau dalam bahasa sehari-hari “tidak pede” dalam menghadapi suatu masalah ? hilangnya rasa percaya diri menjadi sesuatu yang amat mengganggu, terlebih ketika di hadapkan pada tantangan atau pun situasi baru. Individu sering berkata pada diri sendiri, “dari dulu saya tidak penakut seperti ini..kenapa sekarang jadi begini ? ada jga yang berkata: “kok saya tidak sepert dia,..yang selalu percaya diri..rasanya selalu saja ada yang kurang dari diri saya…saya malu menjadi diri saya sendiri!”

Menyikapi kondisi seperti tersebut diatas maka akan muncul pertanyaan dalam benak kita: mengapa rasa percaya diri begitu penting dalam kehidupan individu. Lalu apakah kurangnya rasa percaya diri dapat diperbaiki sehingga tidak menghambat perkembangan individu dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam hubungan interpersonal. Jika memang rasa kurang percaya diri dapat diperbaiki, langkah-langkah apakah yang harus dilakukan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan saya jawab dalam arikel ini. Beberapa karakteristik individu yang kurang percaya diri, diantara nya adalah berusaha menunjukan sikap konformis ( mendapatkan pengakuan kolempok ), menyimpan rasa kekawatiran terhadap penolakan, sulit menerima kenyataan, pesimis dan takut gagal menghadai sesuatu. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang proporsional maka individu harus memulainya dari dalam diri sendiri. Hal ini sangat penting mengingat bahwa individu yang bersangkutan dapat mengatasi rasa kurang percaya diri yang sedang di alaminya.

Berikut saran yang mungkin layak menjadi pertimbangan jika anda mengalami krisis kepercayaan diri : Evaluasi diri secara obyektif adalah belajar menilai diri sendiri secara objektif dan jujur sesuai dengan kenyataan yang ada tanpa di lebih-lebihkan, beri penghargaan yang jujur terhadap diri adalah sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan yang anda capai, positive thinking cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negative yang muncul dalam benak anda dan anda berani mengambil resiko dan bisa memprediksi resiko setiap tantangan yang dihadapi. Dengan demikian anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah ataupun mengatasi resikonya.

Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah sesuai dengan kenyataan atau tidak, dengan menerapkan tujuan yang sesuai kenyataan, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Mungkin maish ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Namun demikian satu hal yang perlu di ingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebihan. Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orang tua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang sukses.

            Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orang tua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk “harus” menjadi orang suskes. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata.

Dimas Kukuh Aditya, S.Pd

Guru SMA Negeri 1 Gemuh

BERBAGI