Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “K D S” Meningkatkan Minat Belajar IPA

“K D S” Meningkatkan Minat Belajar IPA

305
JOKO PURNOMO, S.Pd Guru IPA SMP NEGERI 2 BULUKERTO, KAB. WONOGIRI
JOKO PURNOMO, S.Pd Guru IPA SMP NEGERI 2 BULUKERTO, KAB. WONOGIRI

IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang membutuhkan banyak hafalan dan pemahaman Istilah lingkungan berasal dari kata “Environment”, yang memiliki makna “The physical, chemical, and biotik condition surrounding an organism.” Kondisi yang saling memengaruhi ini membuat lingkungan selalu dinamis sesuai dengan kondisi itu dapat memengaruhi dengan kuat. Hubungan kehidupan dari lingkungan hidup digambarkan dalam suatu ekosistem. Berawal dari permasalahan yang penulis hadapi, siswa yang semakin jenuh, perhatian sudah tidak fokus lagi pada proses kegiatan belajar maka penulis mencoba untuk menggunakan model pembelajaran dengan “Model KDS (Kuadrat Sampling),” pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya, pada kelas VII SMP Negeri 2 Bulukerto kabupaten Wonogiri,

Data kuantitatif di dapat dari hasil penjabaran pengamatan dari hasil lemparan kuadran, data kualitatif didapat dari hasil pengamatan didalam petak kuadran. Praktikum kali ini menitik beratkan pada penggunaan analisis metoda KDS. Analisis vegetasi secara hati-hati dipakai sebagai alat untuk memperlihatkan informasi yang berguna tentang komponen-komponen lainnya dari suatu ekosistem(Andrie,2011). Metoda kuadran adalah satu metoda yang tidak menggunakan petak, metoda ini sangat baik untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan semak, contoh vegetasi yang ada di lingkungan sekolah. Metoda ini sering sekali disebut juga dengan plot less method karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, karena cukup dengan ukuran 1m x 1m yang dirangkai cukup sederhana dan murah untuk di jangkau. Khusus untuk variabel kerapatan dan kerimbunan, cara perhitungan yang dipakai dalam metode kuadrat adalah berdasarkan kelas kerapatan dan kelas kerimbunan yang ditulis oleh Braun Blanquet (1964).

Adapun langkah pertama menyampaikan tujuan dan motivasi pada siswa, kedua menyampaikan informasi, ketiga mengorganisasi siswa kedalam kelompok kerja, keempat membimbing kelompok kerja, kelima mempresentasikan hasil kerja masing-masing kelompok, keenam menyimpulkan hasil diskusi/presentasi, ketujuh refleksi dan memberikan penghargaan. pembelajaran yang berfokus pada siswa untuk saling bekerja sama dalam kelompok belajar Pelaksanaan pembelajaran dengan model kuadrat sampling ini meliputi, pertama guru menyampaikan materi, kedua mengelompokkan siswa, ketiga melaksanakan tugas proyek, keempat mencatat hasil pengamatan, kelima menganalisis data dan mendiskusikan dalam kelompok, keenam mempresentasikan hasil dan menyimpulkan, ketujuh mengapresisai dan memberi penghargaan. KDS membuat siswa lebih bersemangat dan menyenangkan, siswa tidak hanya sebagai objek tetapi siswa langsung menjadi subjek, memacu siswa berani menjawab, berpendapat, bekerja sama, berkompetisi, menghargai pendapat orang lain.

Dampak yang terjadi terhadap kualitas siswa sangat signifikan, dengan anak praktik langsung di lapangan siswa mampu mengimplementasikan hasil, dari pada hanya mendapatkan teori saja, mampu mengerjakan apa yang sudah menjadi petunjuk ibu bapak guru berikan, IPA tadinya kurang menarik, membosankan, menjadi pelajaran yang menyenangkan, minat belajar serta ketrampilan mengemukakan pendapat, percaya diri, saling menghargai, akhirnya hasil belajar meningkat. Dengan penuh optimism sebagai pendidik ikut berkontribusi menjadikan anak lebih berkarakter dan kompetitif.


JOKO PURNOMO, S.Pd
Guru IPA
SMP NEGERI 2 BULUKERTO, KAB. WONOGIRI