Beranda Sekolah Hebat Opini Guru K G I Tingkatkan Sadar Linbud yang Baik

K G I Tingkatkan Sadar Linbud yang Baik

278
Junaedi, A.Pi. Guru SUPM Negeri Tegal
Junaedi, A.Pi. Guru SUPM Negeri Tegal

Banyak faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan suatu sekolah, antara lain : kesiapan peserta didik, sarana dan prasarana yang ada, metodologi dan kemampuan guru. Diantara faktor tersebut yang paling berperan penting adalah kemampuan guru. Kemampuan guru dalam proses pembelajaran  harus selalu dinamis, dapat menyesuaikan kondisi dan efektif dalam mengajar. Sehingga seorang guru harus dapat menentukan metologi yang tepat, memanfaatkan   sarana yang ada  secara optimal dan dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi yang ada.         Sekolah Usaha Perikanan Menengah   (SUPM) Negeri Tegal salah satu lembaga pendidikan  formal menengah bidang perikanan di bawah kewenangan Pusat Pendidikan  Kelautan dan Perikanan Kementrian Kalautan dan Perikanan. Mempunyai tugas mendidik peserta didik untuk terampil dan kompeten  sesuai tuntutan tenaga kerja, perkembangan ilmu dan teknologi yang siap terjun kemasyarakat untuk membangun perikanan sesuai dengan bidang studinya.

      Metode  pembelajaran yang digunakan pada satu mata pelajaran tidaklah selalu sama, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: latar belakang peserta didik yang beragam, masalah materi yang diajarkan, fasilitas yang tersedia, kondisi lingkungan belajar, waktu proses belajar dan kompetensi guru sebagai pendidik serta kebijakan sistem pendidikan yang diterapkan. Dalam proses pembelajaran sering kali guru hanya mengejar pada pencapaian materi yang dapat disampaikan kepada peserta didik sesuai dengan kurikulum saja dan kurang memperhatikan sejauh mana materi tersebut dapat diserap atau tidak oleh peserta didik. Untuk mencapai agar pembelajaran dapat diserap secara maksimal, maka seorang guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karekteristik materi dan karakteristik siswa.

            Dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru kepada peserta didik sebaiknya guru harus mampu membuat peserta didik menjadi sentra proses pembelajaran, agar mereka merasa nyaman dengan sama haknya dalam menggali kemampuan dan  latar belakangnya,  guru harus mampu menggunakan bahasa yang yang mudah dipahami oleh semua peserta didiknya,  yang tidak kalah pentingnya guru harus mampu memilih model pembelajaran yang akan digunakan dengan tepat. Menurut Wahyudi I (2012:84) model pembelajaran yang baik adalah model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didiknya yang dikenal “paikem”. Kristi (2012:23) menyadarkan pada kita bahwa para siswa adalah jiwa yang terus berubah, berproses bertumbuh, berkembang, dan bertransformasi sehingga mereka bukan objek pembelajran. Sistem pendidikan yang seragam, umum dan komersial berorientasi pasar akan merekduksi  keutuhan pribadi mereka sebagai seorang manusia. Metode pembelajaran Kooperatif Group Investigation (KGI) menurut Slavin (2009: 68) adalah penemuan yang dilakukan secara kelompok yaitu siswa secara berkelompok melakukan percobaan dengan aktif, yang memungkinkan mereka menemukan suatu prinsip. Sehingga metode ini sangat baik untuk mengatasi perbedaan latarbelakang  peserta didik. Belajar kelompok yang yang mengutamakan kerjasama, saling menunjang, menyenangkan, tidak membosankan, siswa lebih bergairah, terintegrasi, menggunakan berbagai sumber dan peserta didik lebih aktif mencari informasi dengan melakukan investigasi secara kelompok.

              Metode pembelajaran kooperatif group investigation disimpulkan dapat meningkatkan nilai  uji kompetensi, selain itu dapat pula menigkatkan aktivitas peserta didik pada kopetensi dasar  mengidentifikasi peraturan perundang-undangan tentang tatlaksana perikanan yang bertanggungjawab . Dengan demikian dapat disarankan agar model pembelajaran kooperatif group investigasi dapat digunakan sebagai alternatif metode pembelajaran mata pelajaran budidaya produktif yang lain.

Junaedi, A.Pi.

Guru SUPM Negeri Tegal