Beranda Nasional Kader Muhammadiyah Dilarang Golput

Kader Muhammadiyah Dilarang Golput

293

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG -Muhammadiyah gelar Pesantren Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah di Hotel Siliwangi, Semarang.

Acara yang diikuti oleh 100 peserta berasal dari utusan Bidang Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Se Jawa Tengah, Pengurus Pemuda Daerah Muhammadiyah (PPDM) Se Jawa Tengah dan Ortom Tingkat Provinsi Jawa Tengah dibawah naungan Muhammadiyah.

Dijelaskan oleh Ketua Pengurus Wilayah (PMW) Muhammadiyah, Tafsir, kader muda Muhammadiyah diminta pro aktif dalam setiap Pesta Demokrasi, baik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg) hingga Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Kader Muhammadiyah harus jadi pemain dan jangan hanya jadi penonton. Saya mendorong kader muda Muhammadiyah yang punya potensi untuk tampil, baik jadi Kepala Daerah maupun anggota legislatif,” ucap Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsirnya disela acara, Selasa (8/1).

Ia melanjutkan, bagi Muhammadiyah ruang-ruang publik, baik legislatif maupun eksekutif harus diisi kader Muhammadiyah, karena hal tersebut bagian dari dakwah di jalur politik.

“Kita (Muhammadiyah, red) kritis dan kooperatif. Ada kebijakan tidak sesuai, kita kritisi. Kooperatif, kita harus bekerjasama dengan semuanya, termasuk dengan pemerintah,” ucapnya.

Masih menurut Tafsir, meski mendorong kader-kader Muhammadiyah untuk tampil dipanggung politik, bukan berarti PWM berpolitik praktis. “Kita (PMW Jateng, red) bukan oposan Parpol tertentu. Secara kelembagaan kita tetap netral, namun kader secara individu boleh menentukan pilihanya masing-masing,” ungkapnya.

Tafsir juga menghimbau kepada seluruh Pengurus Muhammadiyah dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammdiyah di semua level dan seluruh warga Muhammadiyah untuk menyukseskan gelaran Pemilu 2019 dengan tidak menjadi Golongan Putih (Golput).

” Di tahun politik ini, jangan berlebihan membenci Pak Jokowi, siapa tahu beliau yang jadi Presiden, juga jangan berlebihan mencintai Pak Prabowo, karena tidak ada yang menjamin beliau jadi Presiden. Sikapi Pilpres secara wajar dan proporsional,” pintanya.

Sementara itu, panitia Pesantren Kebangsaan Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Tengah, Lukman Hakim menjelaskan, kegiatan pesantren kebangsaan ini digelar selama dua hari, mulai Senin-Selasa (7-8/1). (fid/ntan)