Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Kalimat Berantai Tingkatkan Keterampilan Menulis Cerita Fantasi

Kalimat Berantai Tingkatkan Keterampilan Menulis Cerita Fantasi

78
BERBAGI
Ninik Nurhidayati, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMPN 11 Semarang
Ninik Nurhidayati, S.Pd Guru Bahasa Indonesia SMPN 11 Semarang

Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena bahasa merupakan alat komunikasi. Pentingnya bahasa tersebut dapat dilihat pada setiap aktivitas manusia yang selalu menggunakan bahasa sebagai wahana pokoknya. Pada proses komunikasi terdapat empat keterampilan berbahasa yang saling berhubungan yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek itu perlu mendapat perhatian sepenuhnya di dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Mengingat pentingnya keterampilan menulis, maka dalam kurikulum 2013 mencamtumkan materi menulis, salah satunya adalah menulis cerita fantasi. Dalam Kurikulum 2013 cerita fantasi merupakan salah satu bentuk narasi di dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas VII, Kompetensi Dasar (KD) 4.4 yaitu menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperlihatkan struktur dan penggunaan bahasa.

Menurut Tarigan (2013:3) “Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung atau tidak bertatap muka”. Menulis teks cerita fantasi adalah menulis teks cerita yang isinya bernuansa keajaiban dengan pemunculan tokoh-tokoh unik seperti hewan, robot, pohon, ataupun benda lain yang bisa berbicara atau berperilaku seperti manusia. Interaksi yang terjadi antara tokoh memunculkan hal-hal di luar pemahaman logika manusia. Ciri utama cerita fantasi dapat dilihat dari tokoh-tokoh dan tempatnya yang merupakan hasil fantasi yang tidak ada di kehidupan nyata (Kurniawan,2014:39).

Pada umumnya, peserta didik kurang berminat pada kegiatan menulis. Hal ini disebabkan karena peserta didik mengalami kesulitan. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memulai tulisan, menuangkan ide, menyusun kalimat yang baik, serta belum mampu menggunakan kaidah bahasa yang sesuai PUEBI. Kesulitan tersebut juga terjadi pada saat pembelajaran menulis cerita fantasi. Hal ini juga terjadi di SMP Negeri 11 Semarang khususnya kelas VII. Untuk itu perlu dicarikan solusi agar pembelajaran menulis menarik sehingga diminati.

Salah satu solusi untuk meningkatkan minat dalam pembelajaran menulis cerita fantasi yaitu dengan menggunakan teknik kalimat berantai. Teknik ini bisa dimulai dari seorang peserta didik yang menerima satu kalimat awal dari guru, kemudian peserta didik tadi melanjutkan dengan kalimat berikutnya, setelah selesai kemudian diteruskan lagi oleh peserta didik lain sampai satu kelompok yang berjumlah 4 s.d. 5 anggota mendapat giliran. Setelah semua anggota memeroleh giliran, kembali lagi pada anggota nomor satu. Begitu seterusnya hingga cerita fantasi berakhir. Kalimat awal bisa diberikan pada tiap-tiap bagian cerita yaitu bagian orientasi, pemunculan masalah, komplikasi, resolusi, sampai koda.

Dengan teknik tersebut diharapkan minat peserta didik meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuannya dalam menulis cerita fantasi yang sesuai dengan struktur dan bahasa yang baik.

Ninik Nurhidayati, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMPN 11 Semarang

BERBAGI