Beranda Pilkada Serentak 2018 Kampanye Negatif Dibolehkan, Catat Rambu-rambunya …

Kampanye Negatif Dibolehkan, Catat Rambu-rambunya …

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kampanye hitam dalam pilkada, harus dibedakan dengan kampanye negatif. Jika kampanye hitam diartikan menjatuhkan lawan dengan data palsu alias hoax, tidak demikian dengan kampanye negatif.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Akbriari mengatakan, negatif campaign boleh dilakukan apabila menggunakan data yang akurat. Misalnya, terdapat kekurangan incumbent saat menjabat dan yang bersangkutan maju pilkada. “Hanya memang diperlukan batas yang cemat, dnegan akurasi data-data,” kata Lukas, Selasa (13/2).

Lukas mengingatkan kepada pasangan calon untuk memberikan data jika dalam berkampanye ‘menyerang’ rivalnya. Karena sejauh ini kampanye negatif masih dihalalkan jika sang juru kampanye menyertakan data yang faktual dan fakta yang sesuai dengan apa yang diutarakan.

Soal perkara ketersinggungan pribadi, Lukas mengaku hal itu sesuai dengan pribadi masing-masing pendukung atau pun pasangan calon. Jika dianggap merugikan, maka yang dirugikan bisa melapor melalui pihaknya. Ia mencontohkan, ketersinggungan bisa menyoal urusan pribadi seperti cacat fisik.

“Berbeda jika kontennya lasngung menyerang pada unsur Sara dan juga ujaran kebencian, kami bisa langsung tindak. Masyarakat yang merasa resah juga bisa langsung melaporkan. Kami di masing-masing Polres sudah membentuk satgas anti blackcampaign,” ucap Lukas.

Lantaran belum memasuki masa kampanye, kata Lukas, maka sanksi yang dilakukan atas dasar pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pihaknya akan memantau siapa pun masyarakat yang menyebar berita kebencian dalam masa kampanye hingga pencoblosan. (drh/udi)