Beranda Edukasi Kampung Flory, Cocok untuk Wisata Anak dan Belajar Pertanian

Kampung Flory, Cocok untuk Wisata Anak dan Belajar Pertanian

828

JATENGPOS.CO.ID, SLEMAN – Kampung Flory, di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Seleman, bisa jadi cocok sebagai tempat berlibur bagi anak-anak saat liburan sekolah seperti sekarang ini. Sejumlah wahana bermain memang sesuai bagi anak-anak usia PAUD hingga sekolah dasar.

Untuk bermain anak-anak bisa air di selokan dan kolam atau outbond di lahan pertanian. Kampung Flory memang menawarkan wisata edukasi dengan suasana kehidupan khas pedesaan.

Para pemuda desa setempat yang mengelola kampung tersebut memberikan banyak edukasi melalui media-media permainan yang dikemas dalam bentuk outbond.

Sudihartono, pembina dari Kampung Flory mengatakan, pembelajaran yang didapatkan oleh anak-anak yang berkunjung sesuai dengan kurikulum di sekolahnya. Dalam bidang biologi, seperti pengenalan berbagai jenis tanaman, penanamannya, hingga cara melakukan pencangkokan.

Namun sebelum diberikan pembelajaran ini, mereka terlebih dahulu diajak bersenang-senang. Bermain air, menangkap ikan, membersihkan kotoran kaki memakai ikan nila, maupun menangkapi ikan-ikan yang sedang bergerak lincah di kolam. “Kami membuat suasananya senang terlebih dahulu dengan outbond. Kemudian diajak untuk belajar mengenal tanaman,” katanya, Minggu (17/12).

Tak hanya edukasi terhadap anak-anak saja, mereka yang sudah dewasa pun dapat menikmati pembelajaran mengenai dunia pertanian di wisata yang berdiri di lahan seluas 4,5 hektare ini. Karena memang tujuan awal dari pendirian Kampung Flory yang belum ada 5 tahun ini untuk mengajak generasi muda agar kembali meminati dunia tani.

Sebab tak dipungkiri dunia pertanian seiring ditinggalkan oleh generasi selanjutnya. Mereka lebih banyak berkeinginan untuk bekerja kantoran. “Bagaimana memulai dunia usaha di bidang pertanian, untuk meningkatkan minat pemuda,” ucapnya.

Setelah selesai bermain outbond, pengunjung bisa menikmati bermacam kuliner di sini. Sayur-sayuran yang masih segar sebagai lalapan dengan lauk ikan kali (sungai).

Meski wisata edukasi dunia pertanian, namun minat untuk berkunjung tak pernah sepi setiap harinya. Bahkan pada libur biasa, bisa mencapai 1.500 orang perhari. “Kalau hari biasa antara 500-1.000 orang,” katanya.

Salah satu pengunjung, Dian Ratri Kartinaningsih mengatakan, cukup menarik minatnya untuk datang kembali lagi ke Kampung Flory meski sudah merasakannya. “Tempatnya asri, tenang, luas. Untuk anak-anak juga bagus, bermain outbond melatih motorik dan ketrampilannya,” ucapnya.(jpc/udi)