Beranda Semarang Kampung Lampion Rorojonggrang, Inisiatif Remaja Kampung

Kampung Lampion Rorojonggrang, Inisiatif Remaja Kampung

Kampung Tematik Mandiri, Olah Botol Plastik Bekas

83
BERBAGI
Suasana peresmian kampung tematik mandiri
Suasana peresmian kampung tematik mandiri "Kampung Lampion Rorojonggrang". Sepanjang Jalan Rorojonggrang I dihias dengan lampion berbahan botol plastik bekas. (AHMAD KHOIRUL ASYHAR/JATENG POS)

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kampung Lampion Rorojonggrang di lingkungan RT 04 RW 10 Kelurahan Manyaran Semarang Barat telah diresmikan pada Senin (1/10) malam. Kampung tematik mandiri tersebut lahir dari inisiatif para remaja di lingkungan RT 04. Proses panjang ditempuh untuk mewujudkan harapan yang lahir dari hati para remaja tersebut hingga menemukan media lampion dari bahan botol plastik bekas untuk memperindah kampungnya.

“Kenapa Kampung Tematik Lampion karena kami (para remaja) membuat lampion tanpa ada paksaan apa pun. Ini murni dari otak dan hati teman-teman untuk menghias kampung dari bahan sederhana yang bisa digunakan. Akhirnya kami menggunakan botol bekas karena barang ini kalau terbuang jadi sampah dan lama terurai,” ujar Saiful, Ketua Remaja RT 04 RW 10 Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, usai peresmian.

Saiful menuturkan peresmian kampung lampion di Jalan Rorojonggrang I tersebut merupakan pemantik agar ke depan bisa lebih dikembangkan lagi. Ia bersama teman-temannya berharap ke depan kampung tematik ini bisa menyeluruh di semua RT yang ada di lingkungan RW 10. “Ini adalah permulaan. Semoga ke depan remaja di Kelurahan Manyaran bisa terus dikembangkan. Adanya dukungan dari kelurahan dan kecamatan dengan apa yang kami lakukan ini sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Kampung Lampion Rorojonggrang merupakan bagian program Kampung Tematik Mandiri yang diprakarsai oleh Hysteria. Menurut Bagus, ia sudah mendampingi remaja di RT 04 sejak bulan April 2018. Setelah melalui pendekatan intens para remaja tersebut kemudian menjalani sejumlah workshop. Salah satunya adalah workshop tentang pembuatan lampion dari botol plastik bekas. “Selama proses kemudian muncul ide dari remaja setempat untuk membuat kampung tematik. Lalu dipilihlah kampung lampion. Acara peresmian ini semua dirancang oleh remaja, Hysteria hanya mendampingi. Bahkan warga sekitar mendukung dengan memberikan bantuan materi dan finansial. Ada yang kurang juga,” papar Bagus.

Sementara itu Kasi Pembangunan Kecamatan Semarang Barat, Supriyanto, mengatakan dibukanya kampung tematik mandiri ini diharapkan bisa memberikan informasi kepada masyarakat sekitar. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan RT 04 maupun di RW 10, khususnya bagi remaja agar terhindar dari tindakan negatif.

“Kampung Lampion Rorojonggrang ini murni dari masyarakat. Bahkan belum ada dana dari pemerintah untuk kampung tematik. Ini menjadi hal positif dan semoga bisa terus dikembangkan sehingga meningkatkan kesejahteraan sebagaimana program kampung tematik yang dilakukan oleh pemerintah kota. Ke depan akan kami masukkan dalam agenda kecamatan. Pak Camat juga mengapresiasi adanya kampung lampion ini,” katanya di depan warga kampung.

Sebelum diresmikannya kampung lampion Rorojonggrang sebagai kampung tematik mandiri, di wilayah Kelurahan Manyaran sudah ada satu kampung tematik yaitu kampung tematik sampah. Kampung tematik sampah tersebut masuk dalam program pemerintah Kota Semarang. “Sebenarnya ada kampung tematik sampah hanya saja itu kurang terolah dengan baik karena di sana adalah tempat pengepul sampah plastik. Bahkan sempat terjadi kebakaran juga di sana, di tempat pengumpulan sampah itu,” jelasnya. (har)

BERBAGI