JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Sebanyak 21 siswa SDN 3 Manyaran Semarang menampilkan seni karawitan di acara Hari Wayang Nasional yang digelar di pelataran kantor RRI Semarang, Senin (13/11). Tampil selama satu jam membawakan 13 tembang Jawa macapat.

Kepala Sekolah SDN 3 Manyaran, Retno Tri Astuti menyampaikan, sekolahnya berkesempatan mendapat pentas di hari terakhir Hari Wayang Nasional yang bertema ‘Mencintai Wayang Bukti Nyata Bangsa yang Berbudaya’. Mereka adalah siswa kelas 4,5, dan 6, yang ikut ekstrakokurikuler karawitan.

“Kami memiliki ekstrakokurikuker karawitan, siswa sangat antusias ikut berlatih sehingga kami berkesempatan diundang tampil di Hari Wayang Nasional ini,” katanya.

Meski anak-anak, terlihat sangat menjiwai dalam mebawakan tiap tembang macapat. Ada penabuh kendang, gamelan, gong, dan sinden. Mereka membawakan macapat seperti srepeg galung, gambang suling, gundul-gundul pacul, mentok-menthok, dan lainnya.

“Kami latihan seminggu sekali, mendekati event bisa dua sampai tiga kali seminggu. Ini bukti kami melestarikan budaya Jawa pada anak-anak, mengasah mental dan kerjasama dalam tim,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdialog dengan siswa SDN Manyaran 3 Semarang. FOTO : AMBAR ADI WINARSO/JATENGPOS

Gubernur Ganjar Pranowo yang hadir ikut menyaksikan mengaku bangga tampilnya siswa membawakan karawitan. “Indonesia dalam dunia seni dan budaya dapat bernafas tak mati suri ya karena mereka cinta seni budaya karawitan dan wayang,” katanya.

Melalui seni karawitan dan wayang menurut Ganjar bisa sebagai sarana sosialisasi kebangsaan dan agama melalui karakter tokoh dan isi makna tembang macapat.

“Seni itu tak akan pernah cukup ruang, maka fasilitasi seperti ini harus diperbanyak agar anak-anak cinta seni dan budaya terutama karawitan dan wayang,” pungkasnya. (aam/jan/mg8)