Beranda Sekolah Hebat Opini Guru ’’ KARTU HURUF ’’ Semangatkan Pembelajaran Pengenalan Huruf

’’ KARTU HURUF ’’ Semangatkan Pembelajaran Pengenalan Huruf

208
Sutri Haryanto, S.Pd.SD SDN Nglondong , Parakan , Temanggung
Sutri Haryanto, S.Pd.SD SDN Nglondong , Parakan , Temanggung

“Tahukah anda? Banyak siswa kesulitan belajar atau mengenal huruf. Anak usia SD masih sulit membedakan huruf satu dengan yang lainnya”. Pembelajaran yang dilakukan guru dengan cara manual dan konvensional membuat siswa merasa bosan. Setelah pembelajaran dilakukan, banyak siswa belum bisa membedakan hufur yang memiliki karakteristik sama. Seperti, b dan d , dan lain sebagainnya Berbagai cara dilakukan guru dalam pembelajaran mengenalkan huruf kepada siwa, akan tetepi belum juga berhasil. Seperti yang terjadi pada siswa kelas 1 SDN Nglondong, Parakan , Temanggung. Siswa belum banyak yang paham tentang mengenali huruf, untuk itu perlu solusi mengatasinya.

Rayanda Asyar (2012 : 8) menyatakan bahwa, media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Media pembelajaran yang dapat dipakai untuk mengenalkan kartu huruf salahsatunya adalah kartu huruf.

Salah satu gagasan yang bisa diterapkan guru yaitu mengenalkan konsep huruf dengan metode permainan kartu huruf pada siswa (anak usia dini). Arsyad (2011:121) menjelaskan bahwa kartu huruf adalah kartu kecil yang berisi gambar-gambar, teks atau simbol yang mengingatkan atau menuntun siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar itu, dapat digunakan untuk melatih anak dalam mengeja dan memperkaya kosakata. Kartu huruf biasanya berukuran 8 x 12 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Kegiatan bermain kartu membuat siswa tertarik, sehingga dengan metode permainan kartu huruf inilah guru baru akan merasa nyaman, karena ketika dalam pembelajaran anak akan lebih menarik. Ternyata siswa antusias sekali rasa keingintahuan untuk segera mengerti huruf. Secara bertahap setelah siswa benar – benar mengerti huruf semua, kemudian diarahkan agar siswa tetap tekun belajar sampai benar – benar paham. Pencapaian anak bermain anak memperoleh dan memproses informasi dan melatih keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak dimulai bermain sambil belajar (unsur bermain lebih banyak) ke belajar bermain (unsur belajar lebih banyak ).

Permainan yang digunakan adalah yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Hal ini tampak dari kualitas dalam pembelajaran. Diharapkan pembelajaran dengan metode ini menjadi pembelajaran yang bermutu yang selanjutnya siswa akan lebih mudah belajar mengenal suku kata terus meningkat ke kata, meningkat lagi ke kalimat sederhana. Pembelajaran lebih berhasil ketika guru dan siswa merasa senang dan nyaman. Jadi ada sinkronisasi guru menyampaikan pembelajaran dengan metode yang tepat, siswa terangsang keingintahuan, terjadilah pembelajaran yang mantap.

Dari media ini guru aktif pada setiap pembelajaran karena bagi siswa menjumpai sesuatu yang berbeda, serta mengembangkan sikap ingin tahu anak lebih jauh lagi. Permainan yang dibuat guru dengan tujuan untuk meningkatkan sisiwa menjadi aktif menyelesaikan tantangan dalam permainan dengan perasaan hati yang menyenangkan. Dengan kartu huruf siswa belajar menyelesaikan secara nyata. Siswa mengamati pembelajaran serta mengerjakan evaluasi kartu huruf.

Haryalesmana Devid (2009:20) menyatakan bahwa, kemampuan belajar siswa kelas satu tidak jauh berbeda dengan cara belajar anak – anak TK yang menyukai permainan kartu sehingga penggunaan kartu huruf efektif untuk pembelajaran. Pembelajaran dengan media ini menjadi satu solusi terbaik.

Sutri Haryanto, S.Pd.SD
SDN Nglondong , Parakan , Temanggung