Beranda Semarang Karya Temporer Pikat Pengunjung Museum Sonobudoyo

Karya Temporer Pikat Pengunjung Museum Sonobudoyo

80
BERBAGI
KOLEKSI TEMPORER : GKR Hayu tengah melihat koleksi benda sejarah karya temporer Museum Sonobudoyo Jogjakarta. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS
KOLEKSI TEMPORER : GKR Hayu tengah melihat koleksi benda sejarah karya temporer Museum Sonobudoyo Jogjakarta. Foto : DWI SAMBODO/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kegiatan pameran menjadi salah satu sarana museum untuk berkomunikasi dengan publik. Alasan ini yang melatar-belakangi Museum Sonobudoyo menghelat pameran temporer setiap tahunnya. Pada tahun 2018. Dalam tajuk “ Sejarah dan Indentitas Keistimewaan “ pameran karya temporer tersebut, diharap mampu menumbuhkan minat berkunjung dan edukasi masyarakat tentang museum.

Pemilihan tema pameran tahun ini tak lepas dari usia museum yang telah mencapai 83 tahun sejak didirikan pada tahun 1935. Angka yang tentunya tidak sedikit untuk sebuah lembaga kebudayaan, yang telah melampaui 3 zaman sejak masa pendudukan pemerintah Hindia-Belanda, hingga bergabungnya Negara Yogyakarta pada embrio negara baru, Indonesia.

Pameran tersebut, menghadirkan berbagai macam koleksi museum yang berasal dari masa Java Instituut. Tak hanya itu, koleksi hibah masyarakat dan pinjaman dari lembaga institusi lain turut dipamerkan. Koleksi dengan identitas keistimewaan Yogyakarta pun turut hadir memperkuat narasi wilayah ini sebagai daerah istimewa.

GKR Hayu, Putri Hamengkubuwobono X, sebagai wakil dari Keraton Yogyakarta, memberi apresiasi atas konsistensi Museum Sonobudoyo Jogjakarta, dalam mengedepankan kepentingan sejarah melalui edukasi museum kepada masyarakat luas.

“Pada pameran temporer kali ini,masyarakat diharapkan dapat melihat perjalanan panjang dari sebuah institusi museum yang telah berdiri sejak tahun 1935 hingga sekarang. Di sisi lain, masyarakat dapat menempatkan museum sebagai bagian dari diri kita, sekaligus penguat identitas bangsa,”ujarnya, usai meninjau pameran tersebut, belum lama ini.

Lanjutnya, kedepan, museum akan dibangun sebuah gedung ruang pamer baru yang diharapkan memberi narasi sejarah, terutama mengekspresikan budaya Jawa, serta memiliki visi menjadi museum berstandar internasional.

“Pameran temporer ini menjadi salah satu momentum yang baik bagi museum untuk memperbaiki diri lagi sekaligus sebagai sebuah refleksi perjalanan mencapai usianya yang ke-83 tahun. Dan kami harap Museum dengan konsep modern bisa menarik perhatian semua segmen masyarakat khususnya kaum milenial untuk berkunjung,”pungkasnya. (ucl)

BERBAGI