Beranda Hukum & Kriminal Kasus Curanmor Mendominasi di Kota Semarang

Kasus Curanmor Mendominasi di Kota Semarang

483
Ilustrasi.

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih marak terjadi di Kota Semarang. Data di Polrestabes Semarang menyebutkan bahwa curanmor, khususnya sepeda motor masih mendominasi dibandingkan bentuk kejahatan lainnya. Selama tahun 2017 diketahui ada sekitar 359 kasus pencurian sepeda motor yang dilaporkan ke Polrestabes Semarang dan Polsek jajaran. Pelaku lebih sering beraksi di wilayah Kecamatan Tembalang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, melalui Kasubag Humas Kompol Suwarna, mengatakan meski masih mendominasi dibanding kejahatan lainnya, jumlah tersebut relatif menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tercatat pada tahun 2016 ada 505 kejadian pencurian sepeda motor yang dilaporkan ke polisi.

“Selama tahun 2017 ini, yakni sejak bulan Januari sampai pertengahan Desember, sudah ada 359 laporan pencurian sepeda motor yang kami terima. Trennya menurun sekitar 29 persen dari tahun sebelumnya. Tapi dari segi jumlah kasus masih tertinggi dibandingkan kasus lain seperti, curat, curas, narkoba, anitat (penganiayaan berat), perkosaan, pembunuhan, dan penipuan,” katanya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Kamis (14/12).

Laporan kasus curanmor banyak diterima oleh SPKT Porestabes Semarang dengan 123 laporan dengan 10 laporan terselesaikan. Sementara untuk tingkat Polsek, jumlah laporan tertinggi untuk kasus curanmor ada di wilayah hukum Polsek Tembalang.

Total sebanyak 36 laporan kasus curanmor dilaporkan di Polsek Tembalang dengan enam diantaranya terselesaikan. Selain Polsek Tembalang, jumlah yang juga cukup tinggi berada di Polsek Semarang Selatan dengan 29 laporan, Polsek Gayamsari 25 laporan, Polsek Genuk 23 laporan, Polsek Candisari 20 laporan.

“Untuk wilayah rawan curanmor kalau dari data ini ada di wilayah Tembalang. Jumlahnya tertinggi dibanding Polsek lainnya. Ini membuktikan pelaku lebih banyak beraksi di sana,” papar Suwarna.

Tingginya laporan kasus curanmor di Tembalang diduga lantaran di wilayah Tembalang terdapat kampus dan banyak rumah kos. Berdasarkan sejumlah pelaku yang ditangkap memang sering beraksi dengan memanfaatkan kelengahan korban atau keamanan di rumah kos yang lengang. “Di Tembalang itu ada kampus dan kos, itu yang jadi sasaran pelaku. Di sejumlah wilayah lain juga hampir sama,” ungkapnya.

Berdasarkan data di Polrestabes Semarang, kasus curat (pencurian dengan pemberatan) berada di bawah kasus curanmor. Jumlahnya ada sekitar 173 laporan yang masuk. Setelah itu ada kasus narkoba yang jumlah laporannya envapai sekitar 168 kasus. Kemudian ada Anirat sebanyak 62 laporan, penipuan 59 laporan, curas sebanyak 27 laporan, dan pembunuhan ada 4 kejadian. “Secara keseluruhan, jumlah kejadian atau gangguan Kamtibmas  di Kota Semarang turun sampai sekitar 50 persen. Itu dibandingkan tahun 2016 lalu,” pungkasnya. (har/mar)