Beranda Hukum & Kriminal Kasus Pembunuhan Berencana Modus Kecelakaan Terungkap, Begini Ceritanya

Kasus Pembunuhan Berencana Modus Kecelakaan Terungkap, Begini Ceritanya

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. BANDUNG- Kasus pembunuhan berencana yang dilakukan satu orang tersangka terhadap dua korban dengan modus kecelakaan tunggal, berhasil diungkap Kepolisian Resor Garut.

“Tersangka kasus pembunuhan ini adalah teman korban,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Garut, AKP Ridwan Tampubolon kepada wartawan di Garut, Rabu (13/12/2017).

Ia menuturkan, polisi menangkap tersangka M (40) yakni teman dari kedua korban yang dibunuhnya yaitu Sandi (32) dan Erik (33) dengan cara menusukan pisau ke tubuh korban.

Ridwan menyampaikan, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 15 November 2017, selanjutnya baru terungkap setelah orang tua korban melaporkan keganjalan adanya bekas tusukan pada tubuh korban.

“Orang tua Sandi melapor pada 4 Desember ke Polres Garut karena melihat ada bekas tusukan di dada korban, selanjutnya polisi menindak lanjutinya,” kata Ridwan.

Ia menyampaikan, kasus pembunuhan itu bermula ketika korban meminjam sepeda motor matic milik tersangka untuk menjalankan usaha menjual minuman keras kepada pengunjung Karaoke Charly di Garut.

Kedua korban selanjutnya pergi setelah mengantarkan minuman keras kepada pengunjung karaoke, namun kepergiannya itu diikuti oleh tersangka.

Setibanya di Jalan Samarang, Kampung Jati, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Samarang, korban terjatuh akibat sepeda motornya masuk lubang, tersangka yang sudah mengikuti korban langsung menusukan pisau kepada kedua korban.

“Tersangka bukannya membantu malah menusukan pisau ke tubuh kedua korban, saat itu korban tidak melawan karena mabuk,” katanya.

Insiden kecelakaan tersebut diketahui polisi yang sedang berpatroli, kemudian mengamankan tersangka yang mengaku temannya sedang meminta bantuan pertolongan warga setempat.

Namun pengakuan tersangka itu, kata Ridwan, akhirnya terungkap sebagai pelaku yang menusukan senjata tajam hingga korban meninggal dunia.

“Tersangka lalu ditangkap dan mengakui perbuatannya, alasan tersangka lantaran kesal motornya tidak dikembalikan, juga masalah keuntungan penjualan minuman keras,” katanya.

Tersangka dijerat Pasal 338 dan Pasal 351 ayat 3 KUHP. Saat ini masih mendekam di tahanan Polres Garut untuk pemeriksaan hukum lebih lanjut. (ant/muz)

BERBAGI